Prof. Husin Alatas, Dosen Fisika IPB University memaparkan Misteri Alam Semesta pada ALMI Scientist Series 07

ALMI Scientist Series 07 diselenggarakan pada hari Rabu, 14 Juli 2021 yang menghadirkan Dr. Reinard Primulando, Ph.D dari Departemen Fisika Universitas Kristen Parahyangan (Unpar) dan Prof. Dr. Husin Alatas dari Departemen Fisika, IPB University. Scientist series ini membahas topik “Menjelajahi Misteri Alam Semesta: Energi Gelap dan Materi Gelap”. Dalam sambutannya, Ketua ALMI (Akademi Ilmuwan Muda Indonesia), Dr. Sri Fatmawati, yang juga merupakan Dosen Departemen Kimia, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) menyatakan bahwa melalui kegiatan ini, ALMI berharap dapat menambah wawasan dan pengetahuan peserta terkait banyak bidang tidak hanya Fisika di era pandemi.

Series ini dilakukan secara virtual melalui zoom dan rekamannya dapat disaksikan melalui channel resmi Youtube ALMI (https://www.youtube.com/watch?v=YIhp5f4nKbc).

Fenomena alam semesta banyak dijelaskan melalui Teori Relativitas Umum (TRU) sejak dicetuskan oleh Albert Einstein di tahun 1915. Salah satunya adalah teori ini mampu menjelaskan kehadiran gelombang gravitasi yang ditemukan pada tahun 2016.

Prof. Husin Alatas dalam pemaparannya menjelaskan komposisi alam semesta dimana hanya sekitar 4% merupakan materi yang terlihat, sisanya adalah sekitar 30% materi gelap eksotik dan 40% energi gelap yang tidak diketahui namun anomalinya dapat dirasakan. Materi gelap adalah materi yang tidak dapat terdeteksi dan tidak dapat berinteraksi satu sama lain. Jumlah materi gelap ini sekitar lima kali lebih banyak dari materi yang terlihat di alam semesta. Sementara itu, beberapa asumsi terkait keberadaan energi gelap juga dipaparkan. Spekulasi bahwa energi vakum adalah energi gelap tidak terbukti secara teori sehingga spekulasi lainya yang dapat menjelaskan keberadaan energi gelap yakni kehadiran medan skalar kuitesen yang belum diketahui eksistensinya, modifikasi persamaan Einstein dengan memasukkan skalar Ricci, dan kemungkinan bahwa gravitasi bermassa. Sampai saat ini, energi gelap masih merupakan misteri yang masih menunggu untuk dibuktikan.

Sandy Ekahana, salah seorang penonton Youtube bertanya tentang perkembangan teori Verlinde yang menyatakan gravitasi tanpa materi gelap. Dalam penjelasannya, Dr. Reinhard dan Prof Husin menyatakan bahwa apabila materi gelap tidak dimasukkan dalam kajian gravitasi maka radiasi kosmik yang telah ditemukan sekarang akan menunjukkan hal yang berbeda.

Departemen Fisika IPB University Sambut Mahasiswa Angkatan 57

Senin, 19 Juli 2021 menjadi titik awal mahasiswa program studi S1 Fisika IPB dalam melaksanakan perkuliahan di Departemen Fisika IPB. Setelah setahun menjalani Program Pendidikan Kompetensi Umum (PPKU), mereka disambut secara virtual oleh Kepala Departemen Fisika IPB, Dr. Tony Sumaryada beserta jajarannya. Dalam acara penyambutan ini, selain perkenalan dosen dan tenaga kependidikan, mahasiswa diberikan sosialisasi terkait kurikulum S1 Fisika dan dosen penggerak. 

Kaprodi S1 Fisika, Dr. Faozan menguraikan struktur mata kuliah dan kurikulum merdeka belajar kampus merdeka (MBKM). Kurikulum MBKM 2020 ini memberikan kebebasan bagi mahasiswa untuk memilih enrichment course (EC) di luar prodi hingga 20 SKS. Skema yang dicanangkan pemerintah ini menjadi daya tarik karena mahasiswa IPB dapat lebih leluasa mengembangkan diri dengan berbagai kegiatan mobilitas & kompetensi, minat bakat, kompetisi, serta kepemimpinan & kewirausahaan yang semuanya dapat diakui sebagai kredit. 

Selama mahasiswa belajar di prodi S1 Fisika, mahasiswa akan didampingi oleh dosen penggerak. Sistem perwalian serta hak dan kewajiban mahasiswa terkait dosen penggerak disampaikan oleh Sekprodi S1 Fisika, Nur Aisyah Nuzulia, M.Si. Dosen Penggerak pada K2020 memiliki peran yang lebih luas dibandingkan dengan Pembimbing Akademik. Dalam hal ini, dosen memiliki peran ganda yakni sebagai mentor akademik dan Kemahasiswaan yang akan mendampingi mahasiswa dari semester awal hingga selesai studi. Dosen tidak hanya berperan sebagai penasehat akademik dalam penyusunan rencana studi dan persetujuan KRS, tetapi juga berperan sebagai fasilitator dan motivator dalam penyaluran serta pengembangan minat dan bakat mahasiswa.

Kegiatan ini ditutup dengan tanya jawab oleh mahasiswa yang secara antusias menanyakan kehidupan perkuliahan dan kurikulum pendidikan yang segera ditempuh di semester gasal tahun akademik 2021/2022 bulan Agustus mendatang. 

Dalami Konsep dan Aplikasi Elektrokatalis melalui Physics Talk Seri 8

IPB Physics Talk pada seri ke-8, kembali hadirkan pakar fisika terapan pada Kamis, 15 Juli 2021. Hadir secara virtual dosen Departemen Teknik Fisika, Institut Teknologi Bandung, Dr.Eng. Muhammad Iqbal, ST, MT. Dengan presentasi bertajuk “Desain Rasional Sintesis Material Berarsitektur Nano untuk Aplikasi Katalisis”, Dr. Iqbal menjelaskan dengan terperinci tentang material katalis, mulai dari apa itu katalis, deskriptor dan sifat material elektrokatalis, strategi desain, karakterisasi, hingga penelitian-penelitian yang telah berhasil dilakukan oleh grup risetnya.

Katalis sendiri merupakan suatu zat yang terlibat dalam suatu reaksi tanpa terkonsumsi dalam reaksi tersebut, berfungsi mempercepat reaksi atau menurunkan energi aktivasi agar reaksi dapat terjadi dan menghasilkan produk. Reaksi katalisis bersifat siklik dan karakteristik katalis dapat ditentukan berdasarkan aktivitas, selektivitas, dan stabilitas. “Katalis banyak digunakan di industri, terutama petrokimia. Namun, aplikasi yang marak belakangan ini adalah elektrokatalis, yang digunakan dalam berbagai aplikasi seperti fuel cells, water-splitting, dan reduksi CO2, ” ungkap alumni Waseda University ini.

Dr. Iqbal kemudian menceritakan pengalaman beliau dalam desain rasional sintesis sebuah katalis, dimana diperlukan penelitian teoritis dan eksperimentalis. Penelitian teoritis berhubungan erat dengan proses identifikasi deskriptor, yaitu parameter yang digunakan untuk menjelaskan tren atau kecenderungan dari aktivitas katalis terhadap suatu reaksi katalitik. Deskriptor kemudian memberikan informasi pada eksperimentalis untuk mendesain sintesis material nano yang diperlukan. Strategi yang digunakan pada desain sintesis umumnya bertujuan untuk meningkatkan situs aktif melalui pembuatan katalis berukuran nano, multistructure, dan variasi bentuk, atau meningkatkan aktivitas intrinsik. Beliau juga menunjukkan berbagai arsitektur nano pada material dan geometri unik yang dapat dicapai sesuai kebutuhan deskriptor katalis.

Penggunaan machine learning juga menjadi tren baru dalam desain elektrokatalis. Dari data eksperimen dari banyak grup di seluruh dunia, dicluster dan dikombinasikan dengan hasil numerik untuk menghasilkan hubungan yang lebih akurat antara deskriptor dengan sifat material. “Pemanfaatan machine learning ini merupakan tren kedepan untuk menghasilkan material katalis yang lebih efisien lagi kedepannya.” Beliau menambahkan.

Dalam sesi diskusi, Dr. Irzaman dan Dr. Setyanto mendiskusikan tentang berbagai riset nanomaterial yang telah dilakukan di Departemen Fisika IPB. Acara diakhiri dengan closing statement dari Ketua Divisi Fisika Terapan, Dr. Irmansyah yang mengungkapkan pentingnya berbagi ilmu untuk saling belajar dan pentingnya riset untuk pengembangan ilmu pengetahuan.

Dr. Iqbal merupakan narasumber kedua yang membawakan topik fisika terapan. Sebelumnya pada Physics Talk seri ke-4 20 Mei lalu, Divisi Fisika Terapan, Departemen Fisika IPB University juga mengundang praktisi fisika yaitu Arga Aridarma,M.T., staf RnD PT Tesena Inovindo.  Topik yang dibawakan yaitu “Konsep ABG (Academics – Business – Government) dalam proses penelitian” yang tentunya membuka wawasan baru akan aplikasi Fisika di dunia industri.  (RFA)

Rekaman kegiatan ini dapat disimak di https://youtu.be/PmbEhVQE-Rw

Program Sinergi 2021 Telah Dibuka!

Pendaftaran program Sinergi tahun akademik 2021/2022 telah dibuka!

Program ini adalah program pendidikan sarjana dan magister yang dilaksanakan secara terintegrasi dan berkesinambungan dalam bidang ilmu yang linier/relevan. Mahasiswa yang telah menyelesaikan studi paling sedikit 110 SKS selama 6 semester dan memenuhi syarat bisa mendaftar dan berpeluang untuk menyelesaikan S1-S2 dalam 10-11 semester dengan beasiswa UKT.

Segera daftar sebelum 27 Juli!

Infomasi lebih lanjut dan berkas persyaratan dapat disimak pada flyer berikut dan halaman unduh

“Small is the New Big” Pakar Nanomaterial Kimia UI berbagi pengalaman riset di IPB Physics Talk seri ke 7

Hari Kamis, 1 Juli 2021, Departemen Fisika IPB kembali menyelenggarakan Physics talk seri ke 7 yang kali ini menghadirkan pakar nanomaterial dari Departemen Kimia, Universitas Indonesia yakni Munawar Khalil, S.Si, M.Eng.Sc, Ph.D. Beliau merupakan alumni Departemen Kimia IPB angkatan 40 (2003) yang menamatkan pendidikan doktoralnya di New Mexico Tech, USA. Tema yang diangkat adalah “Small is the new big: Advanced Nanomaterials for Energy, Environment, and Biomedical Application”. Acara ini diselenggarakan secara virtual menggunakan fasilitas Zoom serta disiarkan secara langsung (online streaming) di kanal youtube Departemen Fisika IPB di link berikut: (https://www.youtube.com/watch?v=6fvOEw7nio8)

Webinar ini dimoderatori oleh Dr. Sitti Yani yang merupakan dosen Departemen Fisika IPB dari Divisi Fisika Teori. Webinar ini tidak hanya dihadiri sivitas Departemen Fisika IPB saja, namun dihadiri juga oleh dosen dan mahasiswa dari universitas lain serta kalangan umum/masyarakat luas. 

Di awal presentasinya, Dr. Munawar Khalil memaparkan beberapa teknologi nanomaterial yang telah dikembangkan oleh grup risetnya di UI dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian terbaru beliau difokuskan pada pengembangan protokol sintesis material fungsional berupa nanopartikel metal, semikonduktor, perovskite, nanopartikel hibrida, dan quantum dot dengan ukuran dan bentuk geometrik tertentu serta facet kristal yang terkontrol. Nanomaterial fungsional ini dimanfaatkan dalam berbagai bidang seperti energi terbarukan (sel surya), lingkungan (pengelolaan limbah), serta aplikasi biomedis. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa nanomaterial dapat digunakan dalam mengkonversi energi matahari menjadi energi listrik dengan memanfaatkan fotokatalis TiO2. Selain itu, nanomaterial juga dapat diaplikasikan dalam teknik penghantaran obat (drug delivery), kemoterapi, biosensor, serta untuk mengoptimalkan produksi minyak bumi yang biasa dikenal sebagai enhanced oil recovery (EOR). Dalam sesi diskusi, Dr.rer.nat Hendradi Hardhienata, dosen dari divisi Fisika Teori menjelaskan bahwa Departemen Fisika IPB telah melakukan beberapa penelitian teoritik dan komputasional terkait pemodelan interaksi nanomaterial pada berbagai permukaan antara lain menggunakan metode Density Functional Theory (DFT). Kepakaran Dr. Munawar Khalil di bidang eksperimental dan kepakaran dosen-dosen Fisika IPB di bidang teori dan computational material design merupakan kombinasi yang luar biasa jika dipadukan dalam suatu proyek kolaborasi riset bersama di bidang nanomaterial. Terlebih dalam era “Kampus Merdeka” di mana kerjasama penelitian maupun pendididkan antar universitas sangat didukung untuk menghasilkan sumber daya manusia yang agile (lincah) dan adaptif dengan perkembangan teknologi serta mampu menghasilkan terobosan dan inovasi baru di berbagai bidang untuk kesejahteraan umat manusia. Saat pemberian sertifikat apresiasi kepada pembicara, Kepala Divisi Fisika Teori, Prof. Dr. Husin Alatas menyatakan kegiatan IPB Physics talk seri ke7 ini telah memberikan insight yang luar biasa terkait pemahaman dunia nanosains dan pengaplikasiannya dalam berbagai teknologi serta membuka peluang kerjasama penelitian dan pendidikan (pembimbingan bersama) yang solid dan berkelanjutan antara Departemen Fisika IPB dan Kimia UI.

Press Release: Physics in Action, Creativity and Learn (Pascal)

Kegiatan Physics in Action, Creativity and Learn (Pascal) merupakan kegiatan tahunan HIMAFI yang dilaksanakan pada 3 Juli – 12 Agustus 2021. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan Departemen Fisika dan organisasi mahasiswa di departemen fisika yang didakan oleh mahasiswa fisika angkatan 55 dan 56 bagi mahasiswa fisika angkatan 57.

Kegiatan dilakukan secara daring melalui platform Zoom dengan 4 kali rangkaian acara serta penugasan yang diberikan kepada peserta sesuai dengan nilai nilai yang ingin disampaikan. Nilai nilai tersebut diantaranya Bersama, Berinovasi, Berpikir Kritis. Dari kegiatan ini, diharapkan mahasiwa fisika angkatan 57 mampu lebih mengenal serta berkontribusi di kegiatan departemen fisika

Berikut beberapa testimoni oleh peserta.

Nama: Dadan Hidayatuloh (NIM : G7401201057)

Awalnya saya berpikir bahwa Pascal ini akan sangat membosankan, apalagi online gini kan ya. Tapi asli seru sihh banyak banget ilmu yang bisa di dapat dan membuat kita kenal dengan teman seangkatan kita, dengan kakak tingkat kita juga, yang tentunya itu nambah relasi juga kan ya. Meskipun penugasannya banyak, tapi saya rasa tugas ini kecil di bandingkan dengan tugas di departemen nanti, yahh sekalian latihan juga kan yahh buat nugas nanti di departemen. Alhamdulillah juga nihh, semenjak Pascal ini saya mulai perlahan mengenal departemen fisika, dari pemaparan dosen-dosen, juga dari sharing-sharing sama kakak tingkat tentunya, asli sihhh sharing-sharing sama kakak tingkatnya seru asli, mereka juga pada berbagi pengalaman selama di departemen fisika (suka dan dukanya). Yahh udah nggak sabar banget asli buat bisa kuliah offline dan bertemu dengan orang-orang hebat di departemen fisika.

Nama : Ayesya Nasta Listiyorini (NIM : G7401201027)

Yang saya rasakan selama Pascal, pertama takut berbuat kesalahan, senang karena ditugaskan untuk menghubungi kakak tingkat dalam rangka sharing-sharing karena kalau ga karena tugas itu saya yg introvert ini ga akan berani ngajak kenalan kakak tingkt hehehe, jadi lebih tau apa aja yang ada di departemen fisika, dapat saran saran buat kehidupan di departemen pada masa mendatang juga. Pokonya yang paling berkesan sih penugasan sharing dengan kakak tingkat dan teman seangkatan, bener bener memperluas koneksi juga pengalaman. Ohiya satu lagi, saya yang biasanya suka diem jadi tertuntut buat komunikatif heheheh

Dr. Sourav Bhattacharje mengisi IPB Physics Talk #6

Departemen Fisika IPB kembali melaksanakan seri Physics talk yang diadakan secara rutin dua minggu sekali selama tahun 2021 yang menghadirkan pakar-pakar Fisika dari dalam dan luar negeri. Physics Talk #6 diadakan pada tanggal 17 Juni 2021 secara virtual yang dimoderatori oleh Dr. Erus Rustami, Dosen Fisika IPB divisi Fisika Terapan. Pemaparan materi dan diskusi berlangsung selama lebih dari sejam. Pakar yang dihadirkan adalah Dr. Sourav Bhattacharje, School of Veterinary Medicine, University College Dublin, Ireland. Topik yang diangkat adalah “toward developing an optical platform early detection of colorectal cancer”.

Dalam pemaparannya, Dr. Sourav menjelaskan metode deteksi dini kanker usus dengan menggunakan sifat autoflouresensi jaringan. Metode ini merupakan metode non-invasive yang dapat memberikan sejumlah informasi tentang karakteristik tumor melalui citra yang dihasilkan melalui sifat autoflouresensi tumor tersebut. Proses ini dapat dilakukan tanpa melakukan pelabelan dan manipulasi jaringan. Melalui autoflouresensi, sel kanker dapat dideteksi karena memiliki kepolaran yang lebih tinggi dibandingkan dengan sel sehat akibat peningkatan jumlah molekul seperti fosfolipid, gula, dan protein. Dalam presentasinya, beliau menunjukkan citra autoflouresensi jaringan usus normal dan beberapa sampel jaringan usus yang abnormal. Citra dari kedua kelompok ini menunjukkan karakteristik citra yang sangat berbeda dan terbedakan.

Prof. Djarwani S. Soedjoko dari Departemen Fisika, Universitas Indonesia menanggapi bahwa jika metode autoflouresensi ini digunakan untuk screening awal, maka dibutuhkan teknik biopsi yakni pengambilan sampel jaringan dari dalam tubuh manusia untuk dianalisis dan dikarakterisasi. Dr. Sourav menjelaskan bahwa metode biopsi dan metode flouresensi ini tidak dapat saling menggantikan. Dalam penelitian yang dilakukan saat ini, sampel sel normal dan sel kanker usus dianalisis di luar tubuh manusia yang serupa dengan teknik biopsi. Di sesi penutupan, Dr. Akhiruddin menyatakan bahwa topik yang diberikan dalam webinar ini sangat baru, membuka khasanah wawasan peserta webinar, dan membuka peluang kerjasama penelitian dengan civitas akademika Departemen Fisika IPB.

Data alumni Departemen Fisika tahun 2016, 2017 dan 2018

Departemen Fisika IPB sangat berterima kasih kepada alumni Fisika dan pimpinan tempat bekerja alumni tahun lulus 2016-2018 yang telah berpartisipasi dalam pengisian tracer study. Data-data ini sangat bermanfaat untuk pengembangan Departemen di masa yang akan datang.

Data hasil tracer study alumni Departemen Fisika IPB dilakukan oleh DKHA IPB dan secara mandiri oleh Departemen Fisika melalui Komisi Pendidikan.

Data pertama adalah jumlah lulusan terlacak dengan tingkat kesesuaian bidang kerja pada Gambar berikut. Dari grafik di bawah menunjukkan bahwa sebanyak lebih dari 80% lulusan bekerja pada bidang yang menerapkan ilmu Fisika di dalamnya.

Data kesesuaian bidang kerja lulusan Departemen Fisika IPB

Data kedua adalah data waktu tunggu mendapatkan pekerjaan setelah lulus untuk alumni tahun 2016, 2017, dan 2018. Data ini disajikan dalam pie chart sebagai berikut. Pada umumnya, alumni Fisika tahun 2016-2018 mendapatkan pekerjaan pertama kali setelah lulus dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan.

Data tahun 2018
Data tahun 2017
Data tahun 2018

Data ketiga adalah tingkat kepuasan pengguna lulusan Departemen Fisika. Survey ini diisi oleh pimpinan tempat alumni Fisika bekerja dengan tujuh indikator jenis kemampuan yang dinilai yakni etika, keahlian pada bidang ilmu, kemampuan bahasa asing, penggunaan teknologi informasi, kemampuan berkomunikasi, kerjasama, dan pengembangan diri. Gambar berikut menunjukkan sebaran data surveynya dalam persentase (%).

Jenis kemampuan lulusan yang dinilai oleh pimpinan tempat bekerja

Beberapa saran dari pengguna lulusan yang menjadi bahan rujukan oleh Departemen Fisika untuk mengembangkan kurikulum dan learning outcome mata kuliah.

  1. Kampus perlu memberi pengetahuan ttg dunia kerja yg komprehensif kepada karyawan. Sehingga lulusan lebih paham ttg sistem kerja di perusahaan. Agar lulusan tidak berada di posisi yg tidak menguntungkan mereka pada saat negosiasi kontrak.
  2. Mungkin Fisika IPB bisa buat acara seperti award setiap tahunnya bagi para alumni lulusan 2 tahun ke belakang “the most recognized alumni“, berguna untuk memotivasi adik-adik untuk lebih berkarya dan menemukan jati diri sebelum lulus dari Fisika IPB.
  3. Ambil spesialisasi dalam bidang IT yang fundamental (Tata kelola IT/IT Management, Network, IT infrastructure, Aplikasi, Data Scientist dll), namun tetap mengetahui trend-trend dalam dunia IT yang saat ini, agar tetap selangkah didepan klien/customer.
  4. Kembangkan terus kemampuan diri untuk beradaptasi dengan tugas baru dan berbeda, hal ini akan memacu kreativitas untuk memecahkan masalah baru yg terdapat pada tugas baru sehingga bisa meningkatkan pengalaman dalam menangani berbagai tugas
  5. Pengembangan diri di bidang komunikasi dan harus berani dan berpendapat di depan umum
  6. …..

Webinar Bincang Alumni: Prospek Karir dan Tantangan Lulusan Fisika di Masa Pandemi

Webinar Bincang Alumni merupakan program kerja yang dilaksanakan oleh HIMAFI Departemen Garis Depan dengan tujuan untuk memberikan pandangan terhadap prospek dan tantangan yang dihadapi oleh lulusan fisika IPB dalam masa pandemi Covid-19. Webinar ini ditujukan khususnya untuk mahasiswa aktif departemen fisika IPB, dan webinar ini juga merupakan salah satu penugasan individu dalam acara PASCAL 2021.

Webinar Bincang Alumni dilaksanakan pada tanggal 29 Mei 2021 dimulai pada pukul 08.00 dengan menggunakan platform Zoom Meeting. Acara diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony dan dilanjutkan dengan pembacaan tilawah, selanjutnya ada sambutan dari ketua himpunan dari HIMAFI dan juga sambutan dari ketua departemen fisika IPB. Kemudian acara inti dipandu dengan moderator dan sharing dari 2 narasumber yang merupakan alumni fisika IPB.

Pada akhir acara diadakan sesi foto bersama dengan pembicara dan moderator yang dilanjutkan dengan pengumuman doorprize kepada:
1. Rakintsev Velshan Thani
2. Fikri Akbar Arifin
3. M. Syahrul Amin
4. Fasya Nabilah
5. M. Azkal Azkiya
6. Manarul Fahmi
7. Widya Rahma
Selanjutnya acara ditutup dengan dokumentasi keseluruhan dan penutup oleh MC.