Kunjungan ke Kampus Ternama di Asia Tenggara Jadi Program Tahunan Departemen Fisika IPB University

Pada tanggal 17 Desember 2019, enam orang dosen Departemen Fisika, IPB University Dr. Akhiruddin, Dr. Tony Ibnu Sumaryada, Dr. Kiagus Dahlan, Dr. Mersi Kurniati, Dr. Irzaman, dan Dr. Sitti Yani memperoleh kesempatan untuk mengunjungi Komplek Penyelidikan Klinikal, Institut Perubatan dan Pergigian Termaju/IPPT (Advance Medical and Dental Institute/AMDI), Universiti Sains Malaysia (USM) di kota Bertam, Pulau Pinang, Malaysia. Dosen Fisika IPB mengunjungi IPPT untuk menginisiasi riset bersama dan publikasi internasional bersama antara Fisika IPB dan IPPT USM serta mengunjungi beberapa fasilitas kesehatan yang digunakan di di IPPT untuk mengobati pasien dan sarana riset dosen USM dalam bidang Fisika Medis.

Penyerahan cinderamata berupa buku teks dari Dr. Mohd Zahri kepada Ketua Departemen Fisika IPB

USM merupakan salah satu universitas terbesar di Malaysia setelah University of Malaya yang memiliki QS Ranking 165. Dalam bidang Fisika Medis, universitas ini merupakan salah satu universitas yang maju di Malaysia yang didukung oleh rumah sakit pendidikan dengan fasilitas kesehatan yang memadai yang mereka miliki.

Kegiatan yang dilakukan dalam kunjungan ini adalah forum diskusi bersama dan tur keliling fasilitas kesehatan yang terkait radiologi di IPPT. Pada tahap awal, kunjungan secara resmi diterima oleh Dr. Mohd Zahri Abdul Aziz yang merupakan salah satu staf pengajar dan pengelola fasilitas kesehatan di IPPT. Dr. Zahri sangat mengapresiasi kunjungan Departemen Fisika IPB untuk membagi ilmu dan penelitian terkait Fisika Medis. Beberapa ide penelitian menarik yang dapat dilakukan bersama dibicarakan dalam pertemuan ini yang terkait dengan proteksi radiasi.

Tur keliling fasilitas kesehatan di Komplek Penyelidikan Klinikal diawali dengan kunjungan di fasilitas radiologi. Fasilitas radiologi terdiri atas alat fluoroskopi, CT-scan, magnetic resonance imaging (MRI), dan mamografi. Selain itu, ruang pembacaan detektor termoluminesensi (TLD-reader) juga dapat diakses dan digunakan sebagai sarana penelitian di IPPT. Radioterapi yang terdiri atas teknik brakiterapi dan eksternal beam radiation therapy (EBRT) juga dapat di IPPT. Teknik brakiterapi menggunakan sumber Iradium-192 sedangkan EBRT menggunakan linear accelerator (Linac) Elekta 6 dan 10 MV. Metode treatment planning system (TPS) yang digunakan memanfaatkan perangkat lunak termutakhir untuk menghasilkan perhitungan dosis pasien yang tepat.

Selain radiologi dan radioterapi, IPPT USM juga memiliki fasilitas kedokteran nuklir termutakhir yakni PET-CT, dan SPECT-CT. Alat kesehatan ini lebih aman dibanding alat yang menggunakan radiasi namun masing-masing memiliki kekurangan yang dapat saling melengkapi.

“Semua fasilitas kesehatan yang dimiliki oleh IPPT dapat digunakan oleh dosen sebagai sarana penelitian yang mendukung publikasi yang berkualitas. Perisai radiasi yang digunakan untuk melindungi pasien dan pekerja radiasi sudah dilakukan sesuai standar yang dikeluarkan oleh International Atomic and Energy Agency (IAEA). Namun, penelitian penggunaan perisai radiasi yang ramah lingkungan dan berbiaya murah terus dilakukan”, kata Dr. Zahri di sela-sela tur fasilitas radioterapi.

Foto bersama di depan Komplek Penyelidikan Klinikal, IPPT, USM

Ketua Departemen Fisika berharap untuk selanjutnya kerjasama antara IPPT USM dan Fisika IPB University dapat berjalan lebih intensif melalui pelaksanaan riset dan publikasi internasional bersama serta penyelenggaraan konferensi internasional bersama.

Resource person (Dr. Akhiruddin)

Dosen Departemen Fisika IPB University Mengadakan Kunjungan Akademik ke UniMAP, Malaysia

Departemen Fisika memiliki agenda tahunan untuk melakukan kunjungan ke beberapa universitas maju di Asia Tenggara. Pada kesempatan ini tanggal 15-16 Desember 2019, kunjungan dilakukan di Universitas Malaysia Perlis (UniMAP), Kangar, Malaysia. Kunjungan ini bertujuan untuk menginisiasi peluang kerjasama dalam beberapa bidang Fisika dengan universitas yang telah establish tersebut. UniMAP dipilih sebagai universitas tujuan dengan mempertimbangkan jumlah publikasi internasional yang telah dihasilkan oleh universitas tersebut dan kesesuaian bidang kajian Fisika antara Fisika UniMAP dan Fisika IPB.

Korespondensi surel dilakukan sebagai langkah awal untuk melakukan kunjungan ke Universitas Malaysia Perlis (UniMAP) yang berada di bagian Utara Malaysia tersebut. Universitas ini sangat maju dalam hal penelitian dalam bidang sains material yang hasil penelitiannya telah dipublikasikan dalam jurnal bereputasi dan memiliki QS Ranking 701-750. Kunjungan dilakukan oleh enam dosen Fisika yakni Dr. Akhiruddin (Ketua Departemen Fisika), Dr. Tony Ibnu Sumaryada (Sekretaris Departemen Fisika), Dr. Mersi Kurniati (Ketua Prodi Magister Biofisika), Dr. Kiagus Dahlan (Ketua Divisi Biofisika), Dr. Irzaman, dan Dr. Sitti Yani.

Kunjungan diawali dengan menghadiri undangan dalam Nanotechnology and Biosensor Colloquium 2019 yang diadakan di aula Hotel Seri Malaysia Kangar. Kolokium ini menghadirkan beberapa univeritas yang maju dalam bidang teknologi nano dan biosensor dari Malaysia dan China. Beberapa diantaranya adalah Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM), Universitas Sains Malaysia (USM), dan Universitas Xiamen (China). Dalam kesempatan ini dibahas tentang penelitian terkini yang dilakukan universitas masing-masing, diskusi terbuka, dan membuka peluang kerjasama antar institusi.

Penyerahan cinderamata dari Departemen Fisika IPB kepada Prof. Uda Hashim

Kunjungan dilanjutkan dengan pertemuan dengan Prof. Uda Hashim (Deputy Vice Chancellor (Research and Innovation) UniMAP). Prof. Uda menerima kunjungan dari Departemen Fisika ini di kantornya yang berada di KWSP Building. UniMAP masih tergolong universitas yang masih muda yang berdiri pada tahun 2002 namun telah mengungguli beberapa universitas “tua” dalam jumlah jurnal bereputasi.

“Penelitian yang kami lakukan difokuskan pada pemecahan masalah yang ditemukan di lingkungan sekitar dengan menggunakan metode sederhana dan melakukan sebanyak mungkin inovasi sehingga produk yang dihasilkan dari penelitian-penelitian tingkat universitas dapat dikomersialkan dan diterima oleh industri dan pasar,” kata Prof. Uda Hashim. Dalam kesempatan ini, Prof. Uda berterima kasih atas kunjungan dari Departemen Fisika IPB dan membuka peluang kerjasama dalam bidang sains material.

Di akhir lawatan, Dosen Fisika IPB meninjau Institute of Nano Electronic and Engineering (INEE) dan Lab. Clean Room yang mengembangkan teknologi nano dan telah menghasilkan beberapa produk yang telah dipasarkan. Laboratorium ini berisi alat-alat karakterisasi material yang menggunakan teknologi tinggi.

Selain melakukan kunjungan ke Institute of Nano Electronic and Engineering (INEE) dan Lab Clean Room UniMAP, rombongan Fisika IPB juga menyempatkan diri berkunjung ke perpustakaan modern UniMAP yang didesain sesuai dengan perkembangan zaman dan menarik mahasiswa milenial yang betah berlama-lama di dalam perpustakaan. Perpustakaan ini bergaya modern dengan tema yang berbeda di tiap lantainya. Desain bangunan ini sangat menginspirasi dosen di Departemen Fisika untuk mendesain ruangan diskusi yang lebih ramah kaum milenial.

Ruangan lantai dasar Perpustakaan Tuanku Syed Faizuddin Putra, UniMAP
Foto bersama para delegasi NBC Colloquium

Dr. Akhiruddin sebagai ketua departemen Fisika berharap, dengan adanya kunjungan akademik ke UniMAP tersebut, kerjasama luar negeri yang dilakukan oleh IPB, dapat lebih dikembangkan lagi. Selain itu, beliau juga berharap dapat mengundang beberapa dosen dari universitas terkemuka untuk memberikan kuliah umum di departemen Fisika dalam rangka menularkan iklim belajar dan penelitian yang bermanfaat dalam perkembangan keilmuan di Fisika IPB.

Berita ini juga diterbitkan oleh Republika dan Kumparan

https://republika.co.id/berita/q371fd374/departemen-fisika-ipb-melawat-akademik-ke-unimap-malaysia

Resource person (Dr. Akhiruddin)

 

Physics Goes To School (PGTS) Departemen Fisika IPB University

Physics Goes To School (PGTS) Departemen Fisika IPB University di SMAN 1 Anggeraja Enrekang yang diikuti siswa-siswi dan guru-guru Fisika SMA/SMK se Kab. Enrekang, dalam rangka meningkatkan literasi sains dan teknologi bagi siswa-siswa melalui Coaching Clinic “Robotics & IoT” dan Diskusi MGMP Fisika. Terima kasih kepada Bapak Kepala Cabang Dinas Wilayah X Sulawesi Selatan dan Kepala SMAN 1 Anggeraja (Cakke) serta jajaran MGMP Fisika Kabupaten Enrekang yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Luar Biasa!!

Hadirkan Pembicara dari TU Braunschweg Jerman, Seminar of Nanophysics and Biophotonic sukses dilaksanakan

Program Studi S2 Biofisika IPB menyelenggarakan acara Seminar of Nanophysics and  Biophotonics. Acara ini dilaksanakan di Ruang Auditorium FMIPA IPB pada hari Rabu, 11 September 2019. Pembukaan acara seminar dihadiri oleh Sekretaris Departemen Fisika IPB, Dosen Fisika IPB, dan pembicara utama yang merupakan diaspora Indonesia yang saat ini bermukim di Jerman. Peserta seminar berjumlah 173 orang yang berasal dari S1 Fisika, S2 Biofisika, mahasiswa departemen lain di IPB, serta beberapa akademisi dari luar IPB. Acara ini dibagi menjadi dua sesi yaitu sesi pertama yang merupakan kuliah umum Nanofisika oleh Dr. –Ing. Hutomo Suryo Wasisto dan  Dr.rer.nat. Hendradi Hardhienata yang dimoderatori oleh Prof. Husin Alatas serta sesi kedua yang memaparkan perkembangan terkini Biofotonika oleh mahasiswa S2 biofisika.

Foto Bersama Pembicara dan Peserta Seminar

Sekretaris Departemen Fisika IPB, Dr. R. Tony Ibnu Sumaryada WP, dalam sambutannya menjelaskan pentingnya mahasiswa mengetahui perkembangan penelitian dalam bidang keilmuan biofotonik di dalam dan luar negeri. Beliau sangat mengapresiasi kegiatan yang bermanfaat ini. Acara seminar ini diisi oleh narasumber yang berkompeten pada bidangnya yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh peserta secara tekun untuk menambah ilmu dan wawasan.

Pembicara utama dalam seminar ini adalah Dr. –Ing. Hutomo Suryo Wasisto yang saat ini berprofesi sebagai kepala LENA Research Grup TU Braunschweg, Germany.

Pemaparan materi oleh Dr. –Ing. Hutomo Suryo Wasisto

Di awal presentasinya, beliau memotivasi peserta untuk berani mempunyaimimpi yang tinggi dan terus berjuang untuk menggapai mimpinya. Beliau menceritakan perjalanan studinya saat masih bersekolah di Indonesia sampai menjadi salah satu ilmuwan Indonesia yang berprestasi di Jerman. Beliau juga memaparkan tentang perkembangan terkini penelitian nanoteknologi  serta kegiatan beliau di LENA (Laboratory for Emerging Nanometrology) Jerman. Presentasi disampaikan secara menarik serta dilengkapi dengan video.

Dr.rer.nat. Hendradi Hardhienata sebagai pembicara kedua membawakan materi tentang nanofisika pada permukaan semikonduktor. Beliau menceritakan tentang second harmonic generation pada optika nonlinear, teori kuantum tentang melihat suatu material di permukaan, aplikasinya, serta beberapa penelitian terkait yang beliau geluti di departemen Fisika IPB. Beliau juga memotivasi mahasiswa untuk bisa terus berkembang dan tidak berkecil hati ketika ada yang meragukan kemampuan. Hal tersebut haruslah menjadi titik balik agar diri menjadi lebih baik lagi.

Pemaparan materi oleh Dr.rer.nat. Hendradi Hardhienata

Sesi pertama diakhiri dengan diskusi singkat antara pembicara dan peserta. Antusiasme peserta terlihat dengan banyaknya pertanyaan terkait materi seminar serta motivasi yang disampaikan oleh pembicara.

Sesi kedua seminar diisi dengan pemaparan perkembangan terknini terkait biofotonika oleh mahasiswa S2 Biofisika. Terdapat tiga mahasiswa yang berkesempatan melakukan presentasi yaitu Bayu Prastowo, S.Ft yang memaparkan tentang Interaksi Sel Kanker terhadap Modalitas Pencitraan Optik Second Harmonic Generation, Annisa Tsalsabila, S.Si memaparkan tentang perkembangan Laser Serat berdaya tinggi untuk aplikasinya dalam bidang medis yaitu operasi jaringan lunak, serta Adhi Rahmadian, S.Si yang memaparkan tentang pengertian, sejarah serta perkembangan terkini Optogenetik. Acara seminar diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada pembicara sesi 2 serta foto bersama seluruh pembicara dan peserta.

Penyerahan sertifikat kepada mahasiswa S2 Biofisika

“Acara seminar ini sangat bermanfaat bagi peserta karena dapat mendengar secara langsung perjalanan seorang ilmuwan dalam menggapai mimpinya, menguatkan pimikiran bahwa usaha yang sungguh-sungguh akan mencapai hasil yang baik pada akhirnya. Pemaparan pembicara terkait penelitian terkini juga sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan update perkembangan penelitian nanofisika dan biofotonika saat ini”, ujar Annisa Salsabila, salah seorang peserta Panitia Seminar of Nanophysics and Biophotonics.

Departemen Fisika IPB menyelenggarakan Kuliah Umum Peran Fisika dalam Bidang Kedokteran

Departemen Fisika, FMIPA, Institut Pertanian Bogor kembali menyelenggarakan kuliah umum yang bertajuk “Peran Fisika dalam Bidang Kedokteran”. Kuliah umum tersebut menghadirkan narasumber ahli dari Departemen Fisika, Institut Teknologi Bandung. Narasumber tersebut adalah Dr.rer.nat. Freddy Haryanto. Kegiatan yang terbuka bagi seluruh sivitas akademika IPB ini diselenggarakan pada Jumat, 13 September 2019 di Ruang Kuliah U1.02, FMIPA, IPB. Kuliah umum ini dihadiri oleh 70an peserta yang berasal dari Departemen Fisika, FMIPA, Departemen Biokimia, FMIPA, dan Fakultas Kedokteran Hewan.

Peserta Kuliah umum Peran Fisika dalam Bidang Kedokteran

Seminar ini dibuka oleh Ketua Departemen Fisika, Dr. Akhiruddin Maddu dan dihadiri oleh beberapa dosen Fisika IPB yakni Prof. Husin Alatas, Dr.rer.nat. Hendardi Hardhienata, dan Dr. Sitti Yani. Dalam sambutannya, Dr. Akhiruddin sangat mengapresiasi terselenggaranya kuliah umum ini yang berguna untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan mahasiswa terkait fisika medis.

Ketua Departemen Fisika, FMIPA, IPB (Dr. Akhiruddin Maddu)

Pada kesempatan ini, Dr. Freddy Haryanto mengenalkan fisika medis dan kajian ilmu fisika yang banyak digunakan dalam bidang kedokteran. Dalam pemaparannya, beliau memperkenalkan beberapa modalitas yang digunakan di Rumah Sakit yang prinsip kerjanya sangat berkaitan erat dengan bidang fisika. Roentgen dan CT-scan menggunakan prinsip atenuasi dalam menghasilkan citra yang selanjutnya dapat digunakan sebagai acuan dalam mendiagnosa seorang pasien. Di Indonesia, pengobatan kanker dengan radiasi didominasi oleh penggunaan foton sebagai sumber radiasi. Di beberapa negara maju di dunia telah memanfaatkan proton sebagai sumber radiasi yang dinilai lebih aman bagi pasien karena efek kerusakan pada jaringan normal dapat diminimalisir ketika menggunakan sumber proton. Pengembangan teknik terapi ini, saat ini sedang dijajaki di Indonesia dan Singapura.

Di akhir presentasinya, beliau memperkenalkan bidang kajian nanomedicine yang sedang dikembangkan di Pusat Pengembangan Nanosains dan Nanocenter (PPNN) ITB meliputi Quantum biology dan penggunaan mikroskop konvokal dalam penelitian biomedicine. Selain itu, beliau sangat terbuka untuk berdiskusi melalui email kepada mahasiswa yang ingin mempelajari dan menekuni lebih dalam terkait kajian tentang biofisika dan fisika medis.

Dr.rer.nat. Freddy Haryanto yang sedang memaparkan kuliah umum

Physics Expo 2019 sukses besar

Physics Expo merupakan acara tahunan Departemen Fisika yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI) yang tahun ini turut berpartisipasi dalam memeriahkan Dies Natalis IPB yang ke-56 dalam kegiatan Agry Symphony. Pelaksanaan acara ini dipusatkan di Auditorium FMIPA, Ruang Kuliah FEM 301 dan 302 pada tanggal 6-8 September 2019.

Gambar: Acara pembukaan Physics Expo 2019

Acara ini terdiri atas beberapa kegiatan yakni Robotic Challenge, Physics Camp, Physics Project, Jawara Fisika, Pameran Fisika, dan Physics Talk. Physics Camp dan Robotic Challenge merupakan kegiatan unggulan dimana peserta yang berpartisipasi melebihi ekspektasi penyelenggara. Acara ini sangat menarik animo peserta seJABODETABEK. Selain itu, peserta dari Majalengka dan Purwakarta turut berpartisipasi dalam acara ini. Total peserta yang berpartisipasi adalah 215 peserta yang didominasi oleh peserta Physics Camp.

Gambar: Peserta Physics Camp, Physics Expo 2019

“Robotic Challenge merupakan kegiatan yang paling diminati oleh peserta. Namun, jumlah peserta dibatasi sebanyak 30 team karena keterbatasan jumlah panitia. Ada beberapa sekolah yang bahkan meminta dibukanya pendaftaran peserta gelombang kedua dan waiting list untuk mengakomodir team yang tidak mendapatkan kesempatan untuk berkompetisi. Selain itu, ruangan yang kecil dan peralatan kit yang tidak memadai juga menjadi kendala untuk menambah jumlah peserta”, kata Ari Setiawan, Ketua Panitia Physics Expo 2019 dan mahasiswa Fisika angkatan 2016.

“Di kemudian hari, Robotic Challenge dapat dijadikan event tersendiri (bukan termasuk dalam rangkaian kegiatan Physics Expo) karena animo peserta yang cukup tinggi sehingga pihak penyelenggara dapat mengakomodir jumlah peserta yang cukup banyak”, lanjutnya.

Gambar: Semifinalis Robotic Challenge

Kegiatan baru yang diperkenalkan pada Physics Expo tahun ini adalah Physics Project. 8 team dari 8 sekolah turut berpartisipasi dalam pembuatan baterai sederhana. Namun, menurut salah satu Dosen Fisika (Mohammad Nur Indro, M.Si) bahwa penelitian sederhana membutuhkan waktu minimal 2 untuk memperoleh hasil yang maksimal yang terdiri dari kuliah dan pendampingan sehari tentang project yang akan dilaksanakan dan pelaksanaan project di hari kedua.

Gambar: Siswa yang sedang bereksperimen dalam Physics Project

Penyelenggaraan Physics Expo sangat sukses dan berlangsung dengan lancar selama 3 hari. Physics Expo dapat menjadi sarana yang sangat baik untuk memperkenalkan Fisika IPB pada masyarakat luas khususnya pelajar.

Seminar Nanophysics and Biophotonics

Seminar Nanophysics and Biophotonics akan diselenggarakan pada tanggal 11 September 2019 di Auditorium FMIPA, Institut Pertanian Bogor dengan Pembicara Dr. -Ing. Hutomo Suryo Wasisto dan Dr.rer.nat. Hendardi Hardhienata yang akan dimoderatori oleh Prof. Dr. Husin Alatas. Berikut poster seminar ini.

Registrasi dapat dilakukan di bit.ly/Pendaftaranbiophotonic

Departemen Fisika IPB gelar Lokakarya Akademik Perkuliahan PPKU Fisika

Sabtu, 31 Agustus 2019, Departemen Fisika IPB menggelar Lokakarya Akademik Perkuliahan PPKU Fisika dalam rangka mengevaluasi pelaksanaan kuliah PPKU Fisika bertempat di Hotel Sahira, Jalan A. Yani No. 17-23, Tanah Sareal, Kota Bogor. Lokakarya ini dihadiri oleh staf pengajar Departemen Fisika FMIPA Institut Pertanian Bogor.

Gambar. Staf dosen Fisika IPB yang menghadiri Lokakarya Akademik Perkuliahan PPKU Fisika

Agenda lokakarya ini terdiri atas beberapa empat sesi.

Sesi I: Evaluasi Pembelajaran PPKU Fisika

Sesi pertama diisi oleh Dr. Mersi Kurniati, Dr. Tony Sumaryada, dan Sidikrubadi, M.Si. Pada sesi ini dibahas sebaran nilai mahasiswa PPKU Fisika dan saran-saran mahasiswa pada evaluasi EPBM. Sesi ini ditutup dengan diskusi terkait kemungkinan penyebab penurunan atau peningkatan nilai rata-rata kelas terhadap tiap semester dan solusi untuk masalah tersebut.

Sesi 2: Success story mengajar mahasiswa PPKU

Sesi kedua merupakan sesi sharing yang disampaikan oleh Dr. Kiagus Dahlan yang mengampu MK Fisika 100. Beliau mengungkapkan beberapa hal yang harus dilakukan oleh dosen untuk meningkatkan minat mahasiswa terhadap mata kuliah Fisika seperti memberikan penjelasan tentang aplikasi Fisika dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, mahasiswa dengan karakter dan kepribadian yang baik menjadi output lulusan MK Fisika PPKU yang diharapkan.

Sesi 3: Penggunaan media online (LMS) untuk pelaksanaan kuliah dan Ujian (UTS dan UAS)

Pada sesi ini berisi pentingnya mengadakan kuliah yang sesuai dengan tuntutan zaman dengan penggunaan media online dalam beberapa sesi pertemuan di kuliah PPKU. Sesi ini sangat mendukung kebijakan IPB melalui Direktur Pengembangan Program dan Teknologi Pendidikan IPB untuk merumuskan kurikulum 4.0 pada semua MK di lingkup IPB. Sesi ini diisi oleh Dr. Setyanto dan Drs. Mahfudin Zuhri, M.Si.

Sesi 4: Evaluasi PPT kuliah dan Pelatihan Pembuatan Soal ujian dan

Nilai yang diperoleh mahasiswa pada UTS dan UAS sangat dipengaruhi oleh pamahaman mahasiswa terhadap materi yang diberikan yang berakibat pada kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan soal. Evaluasi PPT dilakukan untuk menganalisis apakah PPT yang diberikan pada saat kuliah dapat menjelaskan semua materi yang terkait sehingga dengan PPT dan pemaparan dosen di kelas dapat memfasilitasi mahasiswa dalam memahami materi dan mencapai kompetensi yang diinginkan. Pembuatan soal UTS dan UAS juga dibahas pada sesi ini untuk mengetahui kategori soal yang diberikan dalam ujian yakni mudah, sedang, atau sulit.

Great !!! 20 Mahasiswa Fisika IPB Mengikuti Magang Bersertifikat di PLN

Satu lagi gebrakan oleh mahasiswa Fisika IPB di Indonesia, sebanyak 20 orang mahasiwa Fisika IPB terpilih untuk mengikuti Magang bersertifikasi  di PLN. Magang bersertifikasi ini merupakan program FHCI (Forum Human Capital Indonesia) dari Kementrian BUMN yang bertujuan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi mahasiswa Indonesia untuk dapat magang di perusahaan-perusahaan BUMN besar di tanah air untuk menyiapkan generasi yang tangguh dan mampu beradaptasi dengan tuntutan dunia industri di masa depan.

Magang bersertifikasi batch 2 ini memakan waktu 6 bulan penuh (Februari-Agustus 2019). Mahasiswa peserta magang yang menyelesaikan kegiatan ini akan mendapat sertifikat peserta magang, serta akan mengikuti uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat kompetensi magang berlogo garuda yag diakui tidak hanya di Indonesia tapi juga regional ASEAN.

Bidang kompetensi yang diikuti mahasiswa Fisika IPB adalah Instrumentasi dan kontrol. Bagi peserta magang yang menunjukkan prestasi yang luar biasa selama proses terbuka peluang untuk direkrut sebagai pegawai tetap setelah melalui proses administrasi standar.

20 mahasiswa dari suatu program studi adalah yang terbanyak dibandingkan universitas lainnya, tentu ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi Mahasiswa dan Departemen Fisika IPB.

Bravo !