Departemen Fisika IPB University Kunjungan dan Workshop ke Universiti Teknologi Malaysia

Departemen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University mengadakan kunjungan ke Center for Sustainable Nanomaterial (Csnano) Universiti Teknologi Malaysia, Johor Bahru, Malaysia pada tanggal 18-19 Desember 2019. CSNano UTM dipilih dengan mempertimbangan kemajuan pesat dalam bidang penelitian nanomaterial menggunakan bahan dasar hayati dengan metode ramah lingkungan pada aplikasi Fisika Terapan dan Biomedis. SCNano UTM juga memiliki kemajuan pesat terhadap publikasi internasional.

Foto bersama di depan Universiti Teknologi Malaysia

Kunjungan ini bertujuan untuk studi banding terhadap infrastruktur kemahasiswaan UTM, peralatan laboratorium pendidikan dan penelitian, serta workshop green synthesis nanoparticles. Kunjungan ini juga difokuskan pada penjajakan kerjasama dalam kegiatan pertukaran pelajar, kolaborasi riset, dan penggunaan fasilitas riset yang linier dengan visi dan misi Departemen Fisika khususnya pengembangan Divisi,” papar Kepala Divisi Fisika Terapan, Dr. Irmansyah.

Beberapa delegasi yang ikut serta dalam kunjungan ini diantaranya adalah dosen yaitu, Dr. Siti Nikmatin, Dr. Setyanto Tri Wahyudi, dan Dr. Irmansyah Sofian, teknisi laboratorium Bambang Hermawan, M.Si dan perwakilan mahasiswa S2 Biofisika, yaitu Angga Saputra, Nico Berlinson Fernando, Putri Lailatul Bintari, dan Adhi Rahmadian, serta perwakilan mahasiswa S1 Fisika, Aditya Pratama Rico (53) , Rohul Rizki Mubaroq (54), dan Vanya Azzahra Chairunissa (55).

Kunjungan diawali dengan menghadiri short presentation oleh Assoc. Prof .ChM, Dr. Nik Ahmad Nizam Nik Malek (Director of CSNano). Pada penjelasannya, Dr. Nik menjelaskan penelitian yang sedang dikembangkan oleh CSNano dan tujuan serta keanggotaan dari kelembagaan CSNano. CSNano menfokuskan pada pengaplikasian nanopartikel dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus melihat sisi sustainable initiative dari material tersebut. Dalam keanggotaannya, CSNano terdiri atas peneliti dan mahasiswa yang dibagi menjadi dua jenis keanggotaan, yaitu member penuh sebanyak lima peneliti dan associate member sebanyak tujuh peneliti. Penelitan yang banyak dilakukan oleh CSNano diantaranya merupakan penelitan yang mengaplikasikan nanomaterial dalam lingkungan medis dan biologis. Pemaparan aktivitas Divisi di Departemen Fisika dipaparkan oleh Dr. Irmansyah, sementara itu penelitian dan scale up hasil riset ke industri dan masyarakat disampaikan oleh Dr. Siti Nikmatin.

Kunjungan dilanjutkan dengan mengikuti workshop green syntesis nanoparticles yang dibina oleh Achmad Syafiuddin, Ph.D yang

Pemaparan metari oleh Ahmad Syaifudin Ph.D

juga merupakan alumni S1 Fisika IPB University di laboratorium departemen medical engineering, UTM, Malaysia. Pada kesempatan kali ini, rombongan delagasi ditunjukkan langkah-langkah pembuatan nanopartikel silver dengan metode green synthesis menggunakan daun ceri.

Penyerahan cinderamata

Di akhir lawatan, rombongan delegasi menghadiri workshop penulisan jurnal Internasional oleh Dr. Syaifudin yang kembali dilaksanakan di gedung UTM Space, UTM, Malaysia. Pada workshop ini, robongan diajarkan mengenai bagaimana cara menulis jurnal Internasional yang baik, serta tips dan trik dalam menembus jurnal internasional Q1.

(Resource person: Dr. Siti Nikmatin)

Woww super keren, Departemen Fisika IPB nomor 2 terbanyak di FMIPA dan nomor 4 se-IPB dalam publikasi terindeks Scopus.

Departemen Fisika IPB University terus meningkatkan jumlah publikasi ilmiah bereputasi di tingkat internasional. Saat ini posisi Departemen Fisika terus meningkat dan sudah berada di peringkat kedua se-FMIPA dan peringkat keempat di tingkat Universitas dengan jumlah publikasi terindeks Scopus sebanyak 81 artikel. Jumlah publikasi ini mengalami lompatan yang luar biasa dari tahun sebelumnya (2018) dimana Departemen Fisika hanya berada di peringkat kedelapan di IPB.

Departemen Fisika berkomitmen terus meningkatkan jumlah publikasi tiap tahunnya yang dibarengi dengan kualitas publikasi yang baik dan lingkup keilmuan yang lebih luas dan bermanfaat bagi masyarakat.

Publikasi dosen Fisika terdapat dalam tautan berikut (http://physics.ipb.ac.id/?page_id=488).

(Resource person: Sitti Yani)

Kunjungan ke Kampus Ternama di Asia Tenggara Jadi Program Tahunan Departemen Fisika IPB University

Pada tanggal 17 Desember 2019, enam orang dosen Departemen Fisika, IPB University Dr. Akhiruddin, Dr. Tony Ibnu Sumaryada, Dr. Kiagus Dahlan, Dr. Mersi Kurniati, Dr. Irzaman, dan Dr. Sitti Yani memperoleh kesempatan untuk mengunjungi Komplek Penyelidikan Klinikal, Institut Perubatan dan Pergigian Termaju/IPPT (Advance Medical and Dental Institute/AMDI), Universiti Sains Malaysia (USM) di kota Bertam, Pulau Pinang, Malaysia. Dosen Fisika IPB mengunjungi IPPT untuk menginisiasi riset bersama dan publikasi internasional bersama antara Fisika IPB dan IPPT USM serta mengunjungi beberapa fasilitas kesehatan yang digunakan di di IPPT untuk mengobati pasien dan sarana riset dosen USM dalam bidang Fisika Medis.

Penyerahan cinderamata berupa buku teks dari Dr. Mohd Zahri kepada Ketua Departemen Fisika IPB

USM merupakan salah satu universitas terbesar di Malaysia setelah University of Malaya yang memiliki QS Ranking 165. Dalam bidang Fisika Medis, universitas ini merupakan salah satu universitas yang maju di Malaysia yang didukung oleh rumah sakit pendidikan dengan fasilitas kesehatan yang memadai yang mereka miliki.

Kegiatan yang dilakukan dalam kunjungan ini adalah forum diskusi bersama dan tur keliling fasilitas kesehatan yang terkait radiologi di IPPT. Pada tahap awal, kunjungan secara resmi diterima oleh Dr. Mohd Zahri Abdul Aziz yang merupakan salah satu staf pengajar dan pengelola fasilitas kesehatan di IPPT. Dr. Zahri sangat mengapresiasi kunjungan Departemen Fisika IPB untuk membagi ilmu dan penelitian terkait Fisika Medis. Beberapa ide penelitian menarik yang dapat dilakukan bersama dibicarakan dalam pertemuan ini yang terkait dengan proteksi radiasi.

Tur keliling fasilitas kesehatan di Komplek Penyelidikan Klinikal diawali dengan kunjungan di fasilitas radiologi. Fasilitas radiologi terdiri atas alat fluoroskopi, CT-scan, magnetic resonance imaging (MRI), dan mamografi. Selain itu, ruang pembacaan detektor termoluminesensi (TLD-reader) juga dapat diakses dan digunakan sebagai sarana penelitian di IPPT. Radioterapi yang terdiri atas teknik brakiterapi dan eksternal beam radiation therapy (EBRT) juga dapat di IPPT. Teknik brakiterapi menggunakan sumber Iradium-192 sedangkan EBRT menggunakan linear accelerator (Linac) Elekta 6 dan 10 MV. Metode treatment planning system (TPS) yang digunakan memanfaatkan perangkat lunak termutakhir untuk menghasilkan perhitungan dosis pasien yang tepat.

Selain radiologi dan radioterapi, IPPT USM juga memiliki fasilitas kedokteran nuklir termutakhir yakni PET-CT, dan SPECT-CT. Alat kesehatan ini lebih aman dibanding alat yang menggunakan radiasi namun masing-masing memiliki kekurangan yang dapat saling melengkapi.

“Semua fasilitas kesehatan yang dimiliki oleh IPPT dapat digunakan oleh dosen sebagai sarana penelitian yang mendukung publikasi yang berkualitas. Perisai radiasi yang digunakan untuk melindungi pasien dan pekerja radiasi sudah dilakukan sesuai standar yang dikeluarkan oleh International Atomic and Energy Agency (IAEA). Namun, penelitian penggunaan perisai radiasi yang ramah lingkungan dan berbiaya murah terus dilakukan”, kata Dr. Zahri di sela-sela tur fasilitas radioterapi.

Foto bersama di depan Komplek Penyelidikan Klinikal, IPPT, USM

Ketua Departemen Fisika berharap untuk selanjutnya kerjasama antara IPPT USM dan Fisika IPB University dapat berjalan lebih intensif melalui pelaksanaan riset dan publikasi internasional bersama serta penyelenggaraan konferensi internasional bersama.

Resource person (Dr. Akhiruddin)

Dosen Departemen Fisika IPB University Mengadakan Kunjungan Akademik ke UniMAP, Malaysia

Departemen Fisika memiliki agenda tahunan untuk melakukan kunjungan ke beberapa universitas maju di Asia Tenggara. Pada kesempatan ini tanggal 15-16 Desember 2019, kunjungan dilakukan di Universitas Malaysia Perlis (UniMAP), Kangar, Malaysia. Kunjungan ini bertujuan untuk menginisiasi peluang kerjasama dalam beberapa bidang Fisika dengan universitas yang telah establish tersebut. UniMAP dipilih sebagai universitas tujuan dengan mempertimbangkan jumlah publikasi internasional yang telah dihasilkan oleh universitas tersebut dan kesesuaian bidang kajian Fisika antara Fisika UniMAP dan Fisika IPB.

Korespondensi surel dilakukan sebagai langkah awal untuk melakukan kunjungan ke Universitas Malaysia Perlis (UniMAP) yang berada di bagian Utara Malaysia tersebut. Universitas ini sangat maju dalam hal penelitian dalam bidang sains material yang hasil penelitiannya telah dipublikasikan dalam jurnal bereputasi dan memiliki QS Ranking 701-750. Kunjungan dilakukan oleh enam dosen Fisika yakni Dr. Akhiruddin (Ketua Departemen Fisika), Dr. Tony Ibnu Sumaryada (Sekretaris Departemen Fisika), Dr. Mersi Kurniati (Ketua Prodi Magister Biofisika), Dr. Kiagus Dahlan (Ketua Divisi Biofisika), Dr. Irzaman, dan Dr. Sitti Yani.

Kunjungan diawali dengan menghadiri undangan dalam Nanotechnology and Biosensor Colloquium 2019 yang diadakan di aula Hotel Seri Malaysia Kangar. Kolokium ini menghadirkan beberapa univeritas yang maju dalam bidang teknologi nano dan biosensor dari Malaysia dan China. Beberapa diantaranya adalah Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM), Universitas Sains Malaysia (USM), dan Universitas Xiamen (China). Dalam kesempatan ini dibahas tentang penelitian terkini yang dilakukan universitas masing-masing, diskusi terbuka, dan membuka peluang kerjasama antar institusi.

Penyerahan cinderamata dari Departemen Fisika IPB kepada Prof. Uda Hashim

Kunjungan dilanjutkan dengan pertemuan dengan Prof. Uda Hashim (Deputy Vice Chancellor (Research and Innovation) UniMAP). Prof. Uda menerima kunjungan dari Departemen Fisika ini di kantornya yang berada di KWSP Building. UniMAP masih tergolong universitas yang masih muda yang berdiri pada tahun 2002 namun telah mengungguli beberapa universitas “tua” dalam jumlah jurnal bereputasi.

“Penelitian yang kami lakukan difokuskan pada pemecahan masalah yang ditemukan di lingkungan sekitar dengan menggunakan metode sederhana dan melakukan sebanyak mungkin inovasi sehingga produk yang dihasilkan dari penelitian-penelitian tingkat universitas dapat dikomersialkan dan diterima oleh industri dan pasar,” kata Prof. Uda Hashim. Dalam kesempatan ini, Prof. Uda berterima kasih atas kunjungan dari Departemen Fisika IPB dan membuka peluang kerjasama dalam bidang sains material.

Di akhir lawatan, Dosen Fisika IPB meninjau Institute of Nano Electronic and Engineering (INEE) dan Lab. Clean Room yang mengembangkan teknologi nano dan telah menghasilkan beberapa produk yang telah dipasarkan. Laboratorium ini berisi alat-alat karakterisasi material yang menggunakan teknologi tinggi.

Selain melakukan kunjungan ke Institute of Nano Electronic and Engineering (INEE) dan Lab Clean Room UniMAP, rombongan Fisika IPB juga menyempatkan diri berkunjung ke perpustakaan modern UniMAP yang didesain sesuai dengan perkembangan zaman dan menarik mahasiswa milenial yang betah berlama-lama di dalam perpustakaan. Perpustakaan ini bergaya modern dengan tema yang berbeda di tiap lantainya. Desain bangunan ini sangat menginspirasi dosen di Departemen Fisika untuk mendesain ruangan diskusi yang lebih ramah kaum milenial.

Ruangan lantai dasar Perpustakaan Tuanku Syed Faizuddin Putra, UniMAP
Foto bersama para delegasi NBC Colloquium

Dr. Akhiruddin sebagai ketua departemen Fisika berharap, dengan adanya kunjungan akademik ke UniMAP tersebut, kerjasama luar negeri yang dilakukan oleh IPB, dapat lebih dikembangkan lagi. Selain itu, beliau juga berharap dapat mengundang beberapa dosen dari universitas terkemuka untuk memberikan kuliah umum di departemen Fisika dalam rangka menularkan iklim belajar dan penelitian yang bermanfaat dalam perkembangan keilmuan di Fisika IPB.

Berita ini juga diterbitkan oleh Republika dan Kumparan

https://republika.co.id/berita/q371fd374/departemen-fisika-ipb-melawat-akademik-ke-unimap-malaysia

Resource person (Dr. Akhiruddin)

 

Keikutsertaan Mahasiswa Fisika pada The 26th Tri-University International Joint Seminar and Symposium Jiangsu University, China

Tri-University International Joint Seminar and Symposium adalah kegiatan yang berfokus pada pengembangan akademik dan kolaborasi mahasiswa dan sarjana. Kegiatan ini diselenggarakan secara bergantian setiap tahunnya oleh Universitas Mie (Jepang), Chiang Mai University (Thailand) dan Jiangsu University (Republik Rakyat Tiongkok). Institut Pertanian Bogor merupakan universitas anggota terbaru yang ditambahkan sebagai salah satu universitas tuan rumah dari 2011. Tujuan utama lainnya dari kegiatan tersebut adalah meningkatkan kesadaran akan isu-isu global yang penting, seperti populasi, pangan, energi, dan lingkungan di kalangan mahasiswa.

Mahasiwa Fisika Nurdiansyah (G74150061)  berpartisipasi dalam kegiatan ini yang membawakan poster dengan judul “Potency of Chitosan-based Hydrogel Strengthened with Activated Nano Carbon from Oil Palm Empty Bunches for Water Purification”

Sertifikat keikutsertaan dalam The 26th Tri-University International Joint Seminar and Symposium

Physics Goes To School (PGTS) Departemen Fisika IPB University

Physics Goes To School (PGTS) Departemen Fisika IPB University di SMAN 1 Anggeraja Enrekang yang diikuti siswa-siswi dan guru-guru Fisika SMA/SMK se Kab. Enrekang, dalam rangka meningkatkan literasi sains dan teknologi bagi siswa-siswa melalui Coaching Clinic “Robotics & IoT” dan Diskusi MGMP Fisika. Terima kasih kepada Bapak Kepala Cabang Dinas Wilayah X Sulawesi Selatan dan Kepala SMAN 1 Anggeraja (Cakke) serta jajaran MGMP Fisika Kabupaten Enrekang yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Luar Biasa!!

Hadirkan Pembicara dari TU Braunschweg Jerman, Seminar of Nanophysics and Biophotonic sukses dilaksanakan

Program Studi S2 Biofisika IPB menyelenggarakan acara Seminar of Nanophysics and  Biophotonics. Acara ini dilaksanakan di Ruang Auditorium FMIPA IPB pada hari Rabu, 11 September 2019. Pembukaan acara seminar dihadiri oleh Sekretaris Departemen Fisika IPB, Dosen Fisika IPB, dan pembicara utama yang merupakan diaspora Indonesia yang saat ini bermukim di Jerman. Peserta seminar berjumlah 173 orang yang berasal dari S1 Fisika, S2 Biofisika, mahasiswa departemen lain di IPB, serta beberapa akademisi dari luar IPB. Acara ini dibagi menjadi dua sesi yaitu sesi pertama yang merupakan kuliah umum Nanofisika oleh Dr. –Ing. Hutomo Suryo Wasisto dan  Dr.rer.nat. Hendradi Hardhienata yang dimoderatori oleh Prof. Husin Alatas serta sesi kedua yang memaparkan perkembangan terkini Biofotonika oleh mahasiswa S2 biofisika.

Foto Bersama Pembicara dan Peserta Seminar

Sekretaris Departemen Fisika IPB, Dr. R. Tony Ibnu Sumaryada WP, dalam sambutannya menjelaskan pentingnya mahasiswa mengetahui perkembangan penelitian dalam bidang keilmuan biofotonik di dalam dan luar negeri. Beliau sangat mengapresiasi kegiatan yang bermanfaat ini. Acara seminar ini diisi oleh narasumber yang berkompeten pada bidangnya yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh peserta secara tekun untuk menambah ilmu dan wawasan.

Pembicara utama dalam seminar ini adalah Dr. –Ing. Hutomo Suryo Wasisto yang saat ini berprofesi sebagai kepala LENA Research Grup TU Braunschweg, Germany.

Pemaparan materi oleh Dr. –Ing. Hutomo Suryo Wasisto

Di awal presentasinya, beliau memotivasi peserta untuk berani mempunyaimimpi yang tinggi dan terus berjuang untuk menggapai mimpinya. Beliau menceritakan perjalanan studinya saat masih bersekolah di Indonesia sampai menjadi salah satu ilmuwan Indonesia yang berprestasi di Jerman. Beliau juga memaparkan tentang perkembangan terkini penelitian nanoteknologi  serta kegiatan beliau di LENA (Laboratory for Emerging Nanometrology) Jerman. Presentasi disampaikan secara menarik serta dilengkapi dengan video.

Dr.rer.nat. Hendradi Hardhienata sebagai pembicara kedua membawakan materi tentang nanofisika pada permukaan semikonduktor. Beliau menceritakan tentang second harmonic generation pada optika nonlinear, teori kuantum tentang melihat suatu material di permukaan, aplikasinya, serta beberapa penelitian terkait yang beliau geluti di departemen Fisika IPB. Beliau juga memotivasi mahasiswa untuk bisa terus berkembang dan tidak berkecil hati ketika ada yang meragukan kemampuan. Hal tersebut haruslah menjadi titik balik agar diri menjadi lebih baik lagi.

Pemaparan materi oleh Dr.rer.nat. Hendradi Hardhienata

Sesi pertama diakhiri dengan diskusi singkat antara pembicara dan peserta. Antusiasme peserta terlihat dengan banyaknya pertanyaan terkait materi seminar serta motivasi yang disampaikan oleh pembicara.

Sesi kedua seminar diisi dengan pemaparan perkembangan terknini terkait biofotonika oleh mahasiswa S2 Biofisika. Terdapat tiga mahasiswa yang berkesempatan melakukan presentasi yaitu Bayu Prastowo, S.Ft yang memaparkan tentang Interaksi Sel Kanker terhadap Modalitas Pencitraan Optik Second Harmonic Generation, Annisa Tsalsabila, S.Si memaparkan tentang perkembangan Laser Serat berdaya tinggi untuk aplikasinya dalam bidang medis yaitu operasi jaringan lunak, serta Adhi Rahmadian, S.Si yang memaparkan tentang pengertian, sejarah serta perkembangan terkini Optogenetik. Acara seminar diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada pembicara sesi 2 serta foto bersama seluruh pembicara dan peserta.

Penyerahan sertifikat kepada mahasiswa S2 Biofisika

“Acara seminar ini sangat bermanfaat bagi peserta karena dapat mendengar secara langsung perjalanan seorang ilmuwan dalam menggapai mimpinya, menguatkan pimikiran bahwa usaha yang sungguh-sungguh akan mencapai hasil yang baik pada akhirnya. Pemaparan pembicara terkait penelitian terkini juga sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan update perkembangan penelitian nanofisika dan biofotonika saat ini”, ujar Annisa Salsabila, salah seorang peserta Panitia Seminar of Nanophysics and Biophotonics.

Departemen Fisika IPB menyelenggarakan Kuliah Umum Peran Fisika dalam Bidang Kedokteran

Departemen Fisika, FMIPA, Institut Pertanian Bogor kembali menyelenggarakan kuliah umum yang bertajuk “Peran Fisika dalam Bidang Kedokteran”. Kuliah umum tersebut menghadirkan narasumber ahli dari Departemen Fisika, Institut Teknologi Bandung. Narasumber tersebut adalah Dr.rer.nat. Freddy Haryanto. Kegiatan yang terbuka bagi seluruh sivitas akademika IPB ini diselenggarakan pada Jumat, 13 September 2019 di Ruang Kuliah U1.02, FMIPA, IPB. Kuliah umum ini dihadiri oleh 70an peserta yang berasal dari Departemen Fisika, FMIPA, Departemen Biokimia, FMIPA, dan Fakultas Kedokteran Hewan.

Peserta Kuliah umum Peran Fisika dalam Bidang Kedokteran

Seminar ini dibuka oleh Ketua Departemen Fisika, Dr. Akhiruddin Maddu dan dihadiri oleh beberapa dosen Fisika IPB yakni Prof. Husin Alatas, Dr.rer.nat. Hendardi Hardhienata, dan Dr. Sitti Yani. Dalam sambutannya, Dr. Akhiruddin sangat mengapresiasi terselenggaranya kuliah umum ini yang berguna untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan mahasiswa terkait fisika medis.

Ketua Departemen Fisika, FMIPA, IPB (Dr. Akhiruddin Maddu)

Pada kesempatan ini, Dr. Freddy Haryanto mengenalkan fisika medis dan kajian ilmu fisika yang banyak digunakan dalam bidang kedokteran. Dalam pemaparannya, beliau memperkenalkan beberapa modalitas yang digunakan di Rumah Sakit yang prinsip kerjanya sangat berkaitan erat dengan bidang fisika. Roentgen dan CT-scan menggunakan prinsip atenuasi dalam menghasilkan citra yang selanjutnya dapat digunakan sebagai acuan dalam mendiagnosa seorang pasien. Di Indonesia, pengobatan kanker dengan radiasi didominasi oleh penggunaan foton sebagai sumber radiasi. Di beberapa negara maju di dunia telah memanfaatkan proton sebagai sumber radiasi yang dinilai lebih aman bagi pasien karena efek kerusakan pada jaringan normal dapat diminimalisir ketika menggunakan sumber proton. Pengembangan teknik terapi ini, saat ini sedang dijajaki di Indonesia dan Singapura.

Di akhir presentasinya, beliau memperkenalkan bidang kajian nanomedicine yang sedang dikembangkan di Pusat Pengembangan Nanosains dan Nanocenter (PPNN) ITB meliputi Quantum biology dan penggunaan mikroskop konvokal dalam penelitian biomedicine. Selain itu, beliau sangat terbuka untuk berdiskusi melalui email kepada mahasiswa yang ingin mempelajari dan menekuni lebih dalam terkait kajian tentang biofisika dan fisika medis.

Dr.rer.nat. Freddy Haryanto yang sedang memaparkan kuliah umum

Kuliah Umum: Peran Fisika dalam Bidang Kedokteran

Departemen Fisika, Institut Pertanian Bogor kembali menyelenggarakan kuliah umum yang bertajuk Peran Fisika dalam Bidang Kedokteran. Kuliah umum ini menghadirkan dua narasumber ahli dari Departemen Fisika, Institut Teknologi Bandung, yakni Dr.rer.nat. Freddy Haryanto. Kegiatan yang terbuka bagi seluruh sivitas akademika Fisika IPB yang akan diselenggarakan pada Jumat (13/09) di Ruang Kuliah U1.02, FMIPA, IPB.

Gambar: Poster kuliah umum 13 September 2019

Berikut abstrak dari kuliah umum ini.

Ilmu fisika sangat diperlukan dalam bidang kedokteran modern terutama untuk melakukan diagnosis penyakit yang tepat dan terapi dengan akurasi dan presisi yang tinggi. Peran fisikawan bukan hanya untuk memahami prinsip-prinsip dasar yang digunakan dalam diagnostik dan terapi, melainkan juga untuk mengembangkan teknik diagnosis dan terapi sehingga pasien mendapatkan pelayanan yang terbaik. Pada presentasi ini, akan dipaparkan kajian tentang peran fisika dalam bidang kedokteraan.  Paparan ini akan terbagi dalam 4 bagian. Bagian pertama dimulai dengan prinsip dasar yang digunakan baik pada bidang diagnosis maupun terapi. Bagian kedua memberikan gambaran umum perkembangan diagnostik yang telah diterapkan secara klinis. Perkembangan terapi yang telah digunakan akan diuraikan pada bagian ketiga. Bagian terakhir akan disampaikan perkembangan termuktahir yang dikembangkan pada bidang diagnostik dan terapi.

Narahubung: Sitti Yani (WA: 085211181223)