Fisika IPB Berduka

Pada hari Senin, 4 Januari 2021, Departemen Fisika berduka karena kehilangan salah seorang dosen terbaiknya dan salah satu the founding fathers (pendiri) Jurusan (sekarang Departemen) Fisika di Institut Pertanian Bogor yakni Bapak Dr. Ir. Kiagus Dahlan, M.Sc.

Almarhum Bapak Dr. Ir. Kiagus Dahlan, M.Sc saat berpulang masih menjabat sebagai Kepala Unit Laboratorium Riset Unggulan (Advanced Research Laboratory ) IPB dan Kepala Divisi Biofisika di Departemen Fisika. Sebelumnya beliau adalah mantan Kajur/Kadep Fisika IPB (1997-2007) serta Wakil Dekan FMIPA IPB (2007-2018), Direktur Administrasi Pendidikan dan Penerimaan Mahasiswa baru (2018-2019). Beliau merupakan sosok dosen teladan yang paripurna dan aktif dalam berbagai hal baik sebagai dosen, peneliti, administrator, dan juga seorang ustadz yang penuh nasihat dan taushiyah.

Di dalam kelas beliau dikenal sangat interaktif dan fun dalam mengajarkan ilmu fisika di kelas melalui contoh-contoh riil terkait kehidupan sehari-hari serta penuh nasihat kebaikan dalam memberikan kuliah di kelas. Sebagai peneliti beliau dikenal sebagai innovator yang unggul, terutama dalam mengembangkan biomaterial berbasis bahan alam, termasuk diantaranya tulang dan gigi buatan untuk aplikasi biomedis.

Semoga amal bakti beliau kepada kemajuan IPB (terutama FMIPA dan Fisika IPB) diterima Allah SWT sebagai amal jariyah yang tidak ada putus-putusnya, dan beliau diampuni segala kesalahannya, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan keikhlasan. Fisika IPB sangat kehilangan beliau, semoga sosok dan keteladanan beliau dapat terus hidup dan menginspirasi kita semua untuk selalu bekerja ikhlas dan memberikan yang terbaik bagi nusa bangsa.

Source: Tony Sumaryada

 

Pakar Reaktor Fusi Nuklir memberikan kuliah tamu bagi Mahasiswa Fisika IPB

Departemen Fisika IPB menyelenggarakan kuliah tamu secara daring pada tanggal 17 Desember 2020 bagi mahasiswa Fisika IPB semester 7  yang mengambil matakuliah Fisika Nuklir dan Partikel. Kuliah tamu di isi oleh pakar reaktor fusi nuklir yang merupakan dosen Fisika Universitas Pertahanan, Dr. Mutia Meireni. Beliau merupakan lulusan S3 dari Univ. Aix Marseille yang mendalami penelitian tentang reaktor fusi dan pernah tergabung dalam tim riset kolaborasi dunia ITER (International Thermonuclear Experimental Reactor). Melalui kuliah tamu tersebut diharapkan mampu membuka wawasan mahasiswa Fisika IPB mengenai perkembangan terkini teknologi Fusi Nuklir melalui pemaparan langsung dari peneliti yang terlibat dalam kolaborasi ITER tersebut. Kuliah tamu berlangsung selama 2 jam yang diisi dengan pemaparan materi tentang perkembangan reaktor fusi nuklir di dunia dan tanya jawab oleh peserta.

Energi sangat dibutuhkan oleh manusia dalam menjamin keberlanjutan hidupnya di bumi. Saat ini, sumber energi alternatif banyak dikembangkan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar hidrokarbon yang ketersediaannya makin menipis serta mengakibatkan kerusakan lingkungan akibat emisi karbon dioksida yang tinggi yang berkontribusi besar terhadap pemanasan global.

Salah satu sumber energi alternatif yang diperkenalkan adalah pembangkit listrik tenaga nuklir yang menggunakan reaksi fusi. Reaktor nuklir ini sangat berbeda dengan reaktor nuklir yang saat ini banyak dikembangkan di Indonesia yakni reaktor nuklir yang menggunakan reaksi fisi. Reaktor ini memiliki banyak keunggulan dibandingkan sumber energi lainnya karena tidak menghasilkan limbah hidrokabron dan limbah radioaktif.

Hingga saat ini, beberapa negara di dunia yang tergabung dalam konsorsium ITER (International Thermonuclear Experimental Reactor) yang berlokasi di Saint Paul-lez-Durance melakukan penelitian bersama terkait reaktor fusi yang digadang-gadang akan menghasilkan reaktor tokamak terbesar di dunia. Konsorsium ini beranggotakan 35 negara (Uni Eropa, China, India, Japan, Korea, Russia and United States).

Desain Tokamak di Saint Paul-lez-Durance

Isu yang berkaitan dengan reaktor fusi ini adalah apakah reaktor fusi ini dapat bocor dan membahayakan karena suhu di inti tokamak 10 kali lebih panas dari inti matahari. Walaupun suhunya sangat panas, namun apabila reaktor ini mengalami kebocoran maka plasma yang panas ini seketika akan collapse (runtuh) dan hilang, sehingga peluang terjadinya kebocoran dan ledakan sangat kecil sekali bahkan hampir tidak ada.

Source: Sitti Yani dan Tony Sumaryada

Ruarrr…Biasya, Ditengah Pandemi Mahasiswa-Mahasiswi Fisika IPB masih bisa merebut medali Perunggu di PIMNAS ke-33

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan suatu wadah yang dibentuk oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dalam memfasilitasi potensi yang dimiliki mahasiswa Indonesia untuk mengkaji, mengembangkan, dan menerapkan ilmu dan teknologi yang telah dipelajarinya di perkuliahan kepada masyarakat luas. PKM diselenggarakan setiap tahun oleh Kemdikbud. Tahun ini, pimnas ke-33 diikuti 101 perguruan tinggi dengan 625 tim dari seluruh Indonesia.

Medali perunggu PIMNAS 33 Fisika IPB

Tahapan lomba tersebut dimulai dari submit ide inovasi pada CIC IPB. Setelah mengalami seleksi ide maka akan dilanjutkan dengan pembuatan proposal yang dikirimkan ke fakultas yang akan dilanjutkan ke IPB. Setelah lolos dari IPB akan disubmit ke Kemdikbud selaku penyelenggara lomba. Kemdikbud akan menyeleksi proposal yang akan didanai untuk dilaksanakan. Maka diperolehlah tim yang lolos didanai. Selanjutnya diseleksi lagi untuk tim yang lolos ke PIMNAS 33, dilaksanakan pada tanggal 25-28 November 2020 secara luring di UGM Yogyakarta dan secara daring.

Prototype alat

Dalam PKM kami mengangkat judul “Optimalisasi Proses Produksi Nata de Coco Melalui Monitoring dengan Metode Absorbansi Serat Optik Berbasis Internet of Things” . Berawal dari permasalahan mitra yang masih mengalami kegagalan produksi yang besar yakni 10-20% dikarenakan faktor bahan baku yaitu air kelapa dan juga bakteri starter yang tida   k optimal serta suhu dan juga tahap fermentasi nata de coco. Melihat permasalahan pada mitra tersebut, Motococohadir sebagai upaya pengoptimalan produksi pada mitra. Alat ini dirancang untuk memantau produksi nata de coco dari bahan baku yaitu air kelapa dan bakteri starter hingga proses Fermentasi nata de coco. Teknologi ini menggunakan sensor serat optik dengan prinsip gelombang evanescent berbasis IoT. Motococo terdiri dari 2 desain alat, pertama untuk fermentasi nata de coco, seiring berjalannya waktu tekstur nata de coco akan memadat sehingga cahaya yang ditransmisikan dari LED ke LDR akan menurun atau absorbansi cahayanya meningkat. Selanjutnya, akan diperoleh data nilai absorbansi terhadap waktu yang akan ditampilkan di website. Desain kedua adalah alat monitoring bahan baku yaitu, kualitas air kelapa (glukosa) dan kuantitas bakteri dengan desain yang portable dan dilengkapi monitor agar data absorbansi bahan baku yang diukur dapat langsung terlihat, serta akan ditampilkan pula pada website. Pendapat mitra terkait alat ini “Pasti alat ini akan banyak peminat, sangat membantu mempermudah pekerjaan, tingkat kegagalan produksi akan rendah, produktivitas akan meningkat, sehingga profit akan naik.” Ananda Thalia: Alhamdulillah merasa bersyukur diberi kesempatan untuk bisa mengikuti PIMNAS 33 ini, kesempatan ini memberi kami banyak pembelajaran baru yang sangat bermanfaat. Selain itu, mendapat teman-teman baru, hingga kisah yang hingga saat ini kami merasa beruntung bisa menjadi salah satu kontingen PIMNAS.  Kami ucapkan pula banyak terima kasih kepada IPB yang telah memfasilitasi kami dengan sangat baik, sehingga kami merasa sangat terbantu. Semoga alat ini dapat direalisasikan sehingga dapat secara langsung membantu mengatasi permasalahan para produsen nata de coco. Dosen pembimbing PKM ini adalah Dr. Akhiruddin Maddu. Selamat kepada tim PKM Fisika IPB serta dosen pembimbing.

Tim PIMNAS-33 Fisika IPB

Keren, Mahasiswa Fisika IPB Kembali mengukir prestasi di tingkat internasional dengan Gold Medal

Event World Young Inventors Exhibition (WYIE) merupakan kompetisi internasional untuk penemu lokal hingga internasional serta penelitian para ilmuwan untuk menyajikan penemuan dan inovasi mereka kepada komunitas bisnis yang tertarik untuk mengkomersialkan penemuan unik. WYIE berupakan bagian dari event International Invention, Innovation & Technology Exhibition (ITEX) yang diselengarakan secara daring di Kuala Lumpur Convention Center, Malaysia pada tanggal 20-21 November 2020.

Penyelenggara Event World Young Inventors Exhibition (WYIE)

Tim dari Departemen Fisika IPB (yang terdiri dari Rohul Rizki Mubaroq Hartman, Ananda Thalia, dan Aldi Destia Lesmana) memperkenalkan inovasi dengan judul ALTEX-ID. ALTEX-ID diperkenalkan sebagai handheld devices berukuran kecil yang easy handling di lapangan, mempersingkat waktu penentuan kualitas karet mentah serta diharapkan dapat meningkatkan kualitas produksi karet mentah di Indonesia. Karet alam digunakan secara luas dalam banyak aplikasi dan produk. Dalam sebagian besar bentuknya yang bermanfaat, karet alam memiliki rasio peregangan besar dan ketahanan tinggi, dan tahan air. Kualitas karet alam biasa dinyatakan sebagai kadar karet kering. Prosedur penentuan K3 yang dilakukan sebagian besar pabrik membutuhkan proses uang panjang, dimulai dari pembersihan koagulum karet, pembekun, pemanasan, hingga penimbangan. Proses ini memakan waktu yang sangat panjang dan tidak praktis. Oleh karenanya tidak jarang pengepul hanya menentukan kualitas dengan pengamatan visual secara subjektif yang mempengaruhi harga jual dan beli dari komoditas karet. Dengan menggunakan ALTEX-ID, kadar karet kering tidak dilakukan dengan pengamatan visual lagi tetapi dapat dilakukan dengan pasti dengan melihat sifat akustik serta sifat listrik menggunakan metode ultrasonik dan kapasitif. Motode ultrasonik telah diteliti dapat menentukan kadar karet kering dalam koagulum karet mentah yang memanfaatkan sifat akustik cepat rambat gelombang bunyi pada suatu bahan untuk menentukan densitas dari bahan tersebut. Densitas koagulum karet mentah berkorelasi positif terhadap kualitas karet mentah. Semakin nilai densitas mendekati densitas karet kering maka semakin tinggi kadar karet kering yang didapati. Sedangkan, metode kapasitif memanfaatkan sifat listrik kapasitansi dari bahan untuk menentukan kandungan air, pengotor, dan karet pada koagulum karet mentah.

Berkat inovasi ini, Tim ALTEX-ID memperoleh medali emas kategori tertiary.

Pengumuman pemenang

“Semoga dalam waktu dekat alat ini dapat ditingkatkan performanya dan diimplementasikan pada perkebunan karet untuk mengukur kadar karet kering” kata Aldi Destia Lesmana, tim ALTEX-ID. “Untuk menghasilkan sebuah prototipe dibutuhkan serangkaian proses yang panjang. Melakukan diskusi tim dengan dosen pendamping, studi literatur, pengujian sampel, perakitan komponen elektronika, dan pencetakan desain 3D. Dalam prosesnya banyak ilmu baru yang diperoleh yang mungkin tidak didapatkan saat sesi kuliah” lanjutnya.

 

 

Dosen Fisika IPB memperkenalkan Instrumen IoT untuk deteksi fenomena Colony Collapse Disorder pada lebah pekerja Apis cerana pada Acara Bee Fest 2020

Dosen Departemen Fisika, Dr. Tony Ibnu Sumaryada, tampil menjadi pembicara tamu pada acara Webinar Bee Fest 2020 secara daring di Universitas Padjajaran. Tema Bee Fest tahun 2020 adalah: Accelerating Social Innovation through the Internet of Things.

Pada acara tersebut dipresentasikan hasil penelitian kolaborasi antara Departemen Biologi dan Fisika IPB University terkait pengembangan instrumen pencatat aktivitas lebah pekerja Apis cerana menggunakan Internet of Things (IoT) dan pengolahan citra. Penelitian tersebut penting untuk mengevaluasi kesehatan jumlah populasi lebah pekerja pada suatu daerah,  terkait dengan fenomena Colony Collapse Disorder (CCD), yaitu fenomena hilangnya lebih pekerja dari suatu daerah meninggalkan lebah ratu dan sarangnya. Hilangnya lebah pekerja ini dapat menganggu penyerbukan berbagai macam tanaman dan buah-buahan yang penting bagi ketahanan pangan suatu bangsa, juga mengurangi produksi madu yang dihasilkan. Sebagai contoh, pada tahun 2007-2008 terjadi fenomena CCD yang menyebabkan hilangnya sepertiga populasi lebah pekerja di Amerika Serikat dan berdampak cukup besar terhadap industri pertanian dan madudi sana.  Fenomena CCD disebabkan oleh berbagai macam faktor antara  lain perubahan iklim global, deforestasi, penggunaan pestisida dan insektisida yang tidak sesuai regulasi, penggunaan insektisida yang menganggu syaraf dan orientasi navigasi lebah pekerja, penggunaan fogging nyamuk yang tidak terkendali, serta parasit varroa. Kemampuan deteksi dini akan perubahan jumlah lebah pekerja melalui pencatatan aktivitasnya menjadi kunci dalam pencegahan dan penanggulangan CCD. Selama ini deteksi aktivitas tersebut dilakukan secara manual, sehingga kurang efektif dan memakan waktu, data yang dihasilkanpun kurang akurat untuk dijadikan dasar penarikan kesimpulan. Pencatatan aktivitas secara otomatik dan akurat disertai data-data kondisi lingkungan secara real-time dimungkinkan melalui penerapan Teknologi IoT. Hal itulah yang coba di-inisiasi oleh Departemen Biologi dan Departemen Fisika IPB melalui kerjasama penelitian. Tim kecil yang terdiri dari Dr. Rika Raffiudin dari Departemen Biologi, dan Dr. Tony Sumaryada, Dr. Akhiruddin Maddu, Drs. Moh Nur Indro, M.Sc dibantu mahasiswa fisika (kini sudah lulus) yaitu Angga Nurhiman, S.Si dan Alifa Almira, S.Si telah berhasil membuat purwarupa Instrumen pencatat aktivitas lebah pekerja Apis cerana secara otomatis menggunakan IoT dan pengolahan citra.

Purwarupa tersebut telah berhasil mencatat secara otomatis aktivitas berbagai kelompok lebah pekerja berdasarkan warna tagging yang berbeda serta mengakuisisi data aktivitas dan kondisi lingkungan (suhu, kelembaban udara, intensitas cahaya) secara real-time. Beberapa contoh hasil pengolahan data juga telah ditampilkan pada webinar tersebut dan menghasilkan informasi yang sangat berguna untuk mengidentifikasi ada tidaknya gejala CCD di suatu tempat.

Bee Fest adalah rangkaian acara yang mengangkat topik Internet of Things dalam mengakselerasi social impact/dampak sosial dari inovasi sosial dalam sektor apikultur/perlebahan. Bee Fest merupakan pra-event dari Final Conference program riset dan inovasi SAMS (Smart Apiculture Management Services); sebuah proyek internasional yang memberikan solusi ICT dalam sektor apikultur melalui sistem monitoring dan remote sensing bagi koloni lebah untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan & produktivitas koloni lebah yang diikuti oleh Indonesia, Ethiopia, Austria, Latvia dan Jerman dan didukung oleh EU Horizon 2020. Acara tersebut memberikan gambaran terkait perlebahan Indonesia saat ini dan peranan IoT sebagai solusi untuk menjawab tantangan perlebahan Indonesia di masa depan. Acara ini juga akan membahas IoT dengan metode yang lebih membumi agar dapat menyadarkan masyarakat akan fungsinya dalam konteks sosial dan konteks perlebahan.

Berprestasi di tengah Pandemi, Mahasiswa Fisika IPB meraih juara IV dalam JOINTS

Jogja Information Technology Session Universitas Gadjah Mada (JOINTS UGM 2020) adalah rangkaian acara yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Komputer Universitas Gadjah Mada sejak tahun 2001. Kegiatan ini dilaksanakan oleh FASILKOM Universitas Gadjah Mada pada tanggal 26 April 2020 yang diikuti oleh 80 tim dari 14 perguruan tinggi di Indonesia. Mahasiswa Fisika angkatan 54 (Efrad Galio, Imam Muhajir, dan Nova Novianti) berkontribusi dalam pengembangan pemahaman publik terhadap teknologi informasi.

Peserta sedang mempresentasikan hasil analisis yang diperoleh dalam kompetisi

JOINTS memiliki empat kategori lomba, yaitu CTF (Capture The Flag), DM (Data Mining), UX Design (User Experience Design), dan PCS (Programming Competition Session). Pada Kompetisi Penambangan Data (Data Mining), babak penyisihan 1 dilakukan dengan menggunakan platform Kaggle (40% dari nilai akhir) dan penilaian proposal (60% dari nilai akhir) mengenai metode yang digunakan pada kompetisi di Kaggle. Pada kompetisi di Kaggle, didapatkan posisi ke-9 di leader board. Dan hasil proposal yang digunakan berjudul “Prediksi SPAM dengan menggunakan Metode ENSEMBLE: STACKING”. Pada babak final (10 tim), para finalis akan melakukan analisis dan prediksi di Kaggle dalam waktu 5 jam. Dan keesokan harinya akan dilakukan presentasi mengenai metode yang digunakan pada kompetisi di Kaggle di hari sebelumnya. Dataset yang digunakan pada babak final adalah dataset mengenai proses transcode video  yang akan diklasifikasikan menjadi 4 bagian berdasarkan waktu proses transcode. Terdapat tiga penghargaan yang akan diberikan pada lomba JOINTS, yaitu Juara I, Juara II, dan Juara III.

Mahasiswa Fisika masuk sebagai finalis dan memperoleh Juara IV. Hal yang lainnya yang membanggakan adalah Efrad Galio memperoleh predikat The Most Impressive Presentation Big Data Challenge.

Beberapa sertifikat yang diperoleh

  Kesan selama mengikuti lomba: Tantangan baru dan sangat berkesan karena pada babak final dilakukan analisis data hanya dalam waktu 5 jam. Jika pandemi tidak ada, seharusnya dilakukan analisis data selama 5 jam di UGM, bukan di rumah masing-masing.

Pesan: Lomba yang menantang, disarankan untuk ikut lomba yang seperti ini, karena melatih analisis dan critical thinking hanya pada rentang waktu tertentu.

Selamat Ruby Teja Kusuma (Fisika 54) atas perolehan Medali Perunggu dalam KNMIPA 2020

KNMIPA (Kompetisi Nasional MIPA) atau dulunya ONMIPA merupakan olimpiade mahasiswa di bidang matematika, fisika, kimia, dan biologi yang memberikan kesempatan mahasiswa aktif semester 1-8 di semua universitas di Indonesia yang belum pernah mendapat medali emas ONMIPA atau OSN Pertamina untuk berpartisipasi.

KNMIPA tahun 2020 diselenggarakan pada tanggal 7-10 September 2020. Sebelum pandemi terjadi, seleksi KNMIPA direncanakan dilakukan di tingkat IPB, seleksi  tingkat wilayah, dan seleksi tingkat nasional. Seleksi pertama tingkat IPB dipilih 3 orang yakni Muhammad Herlin Idris, Ahmad Rizky, dan Ruby Teja Kusuma untuk seleksi wilayah (pada awalnya direncanakan 7 orang yang akan mewakili IPB). Pada tahapan seleksi wilayah, Ruby dan Rizky terpilih untuk mewakili di tingkat nasional. Di tingkat nasional yang lolos adalah Ruby Teja Kusuma dan alhamdulillah memperoleh medali perunggu. Dikarenakan pandemi, kompetisi ini dilaksanakan secara daring dari rumah masing-masing peserta.

Pesan dan Kesan Ruby tentang keikutsertaan dalam KNMIPA:

Semoga KNMIPA ini bisa meningkatkan minat para pelajar di Indonesia untuk lebih mendalami sains terutama fisika. Selama berkompetisi, Ruby mendapat banyak pengalaman dan pelajaran dalam bidang Fisika.

“Kontribusi dan dukungan Fisika IPB tentunya sangat besar pada saat perkuliahan oleh dosen. Saya sangat enjoy sehingga lebih bisa mendalami tiap mata kuliah yang diajarkan. Selain itu, pembinaan juga dilakukan oleh alumni”, kata Ruby.

Selamat sekali lagi kepada Ruby Teja Kusuma (G74170061).

Semoga prestasi Ruby menjadi pendorong semangat belajar Fisika bagi teman-teman Fisika 54 pada khsusunya dan masyarakat luas pada umumnya.

Work From Home, kesempatan berkreasi bagi sivitas Departemen Fisika IPB

Masa masa work from home tidak membuat sivitas Departemen Fisika berhenti bekerja dan berimprovisasi dalam pengajaran. Penggunaan sistem pembelajaran online melalui newlms.ipb.ac.id serta kuliah tatap muka menggunakan berbagai perangkat seperti webex, googlemeet, maupun zoom turut mewarnai kegiatan para dosen. Tercatat selama bulan April sendiri telah 9 orang mahasiswa yang melakukan kolokium, seminar hasil, maupun sidang sarjana menggunakan perangkat tatap muka online tersebut. Beberapa staf pengajar dan tenaga kependidikan laboratorium di Departemen Fisika juga mengunggah video pembelajaran dan instruksi kegiatan laboratorium untuk mendukung keberlangsungan kegiatan belajar mengajar mereka. Berikut beberapa contoh Video pembelajaran yang sempat diunggah sivitas Departemen Fisika IPB.

 

Departemen Fisika IPB University Melakukan Physics Goes To School (PGTS) SMAN 3 Tangerang Selatan: Coacing Clinic Robotika

Pada 4 Maret 2020, Departemen Fisika IPB University melakukan kegiatan Physics Goes To School (PGTS) di SMA Negeri 3 Tangerang Selatan. Kegiatan PGTS ini diiukuti oleh siswa-siswi kelas 11 dari SMAN 3 Tangerang Selatan dan perwakilan siswa dari berbagai sekolah (SMA dan MA) di Tangerang Selatan. Hadir pada kegiatan PGTS ini Ketua Departemen Fisika IPB University, Dr. Akhiruddin Maddu, Plt Kepala SMAN 3 Tangerang Selatan, Dra. Aan Siri Analih, dan Drs. Sidikrubadi Pramudito, M.Si sebagai Kepala Lab Fisika Dasar PPKU IPB University, serta guru-guru fisika se-Kota Tangerang Selatan. Juga hadir dua orang laboran/teknisi Laboratorium Fisika Dasar dan Labratorium Fisika Lanjut Departemen Fisika IPB University. Selain itu sebanyak 21 orang mahasiswa fisika juga ikut dalam kegiatan PGTS kali ini .

Dosen dan Mahasiswa Fisika IPB yang berpartisipasi dalam Physics Go To School

Pada PGTS ini diadakan Coaching Clinic Robotika bagi siswa-siswi SMA/MA yang berasal dari berbagai sekolah di Kota Tangerang Selatan. Coaching clinic robotika ini dipandu oleh 10 orang mahasiswa fisika dari komunitas Physcics Research Club (PRC) Departemen Fisika IPB University. Dalam coaching clinic ini para siswa diberi pengetahuan dasar tentang robotika, khususnya robot line follower. Para siswa diberi pengenalan tentang prinsip dasar robot line follower mulai dari komponen dan fungsinya hingga melakukan pemprograman (coding) robot line follower sampai bisa berfungsi. Para siswa sangat antusias dan aktif mengikuti coaching clinic robotika yang diberikan oleh mahasiswa fisika IPB University dari komintas Physics Research Club (PRC). Selain coacing clinic, juga diadakan expo terbatas yang memperkenalkan produk teknologi yang telah dihasilkan oleh komunitas PRC, diantaranya berbagai jenis robot (seperti robot menari dan robot laba-laba) dan beberapa instrumen.

Pada PGTS ini juga dilakukan sosialisasi dan pengenalan IPB University tentang fakultas/sekolah dan keunggulan program-program studinya termasuk jalur masuk di IPB University. Ketua Departemen Fisika, Dr. Akhiruddin Maddu menyampaikan program-program kerja dan capaian-capaian serta keunggulan-keunggulan Departemen Fisika IPB University dalam mengelola program sarjana fisika di IPB University. Akhiruddin Maddu menyampaikan bahwa Departemen Fisika mengemban misi mewujudkan pendidikan tinggi bidang fisika yang profesional dan menghasilkan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat. “Departemen Fisika telah memberikan kontribusi nyata dalam mengembangkan sumberdaya manusia di bidang sains dan teknologi, khususnya keilmuan fisika dan aplikasinya. Berbagai prestasi telah dicapai oleh sivitas akademika baik dosen maupun mahasiswa fisika IPB University“, kata Akhiruddin Maddu.

Plt Kepala SMA Negeri 3 Kota Tangerang Selatan dan Ketua Departemen Fisika IPB

Plt Kepala SMA Negeri 3 Kota Tangerang Selatan, Dra. Aan Sri Analiah, menyambut baik dan sangat mengapresiasi kegiatan PGTS yang dilaksankaan oleh Departemen Fisika IPB University. Ia sangat terkesan dan merasa terhormat mendapat kunjungan dari perguruan tinggi sekelas IPB University, khususnya kegiatan coaching clinic yang diadakan oleh mahasiswa Departemen Fisika IPB University. Ia berharap para siswa dapat memperoleh banyak informasi tentang pendidikan di IPB University beserta keunggulan dan reputasinya serta pengetahuan dan wawasan baru dalam kegiatan PGTS ini. “Pihak SMA Negeri 3 Kota Tangerang Selatan merasa terhormat dikunjungi IPB University yang merupakan perguruan tinggi level atas di Indonesia dan memiliki reputasi yang sudah tidak diragukan lagi terutama dalam bidang pertanian sehingga patut menjadi pilihan untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi khususnya di bidang pertanian”, kata Ibu Aan Sri Analiah.

Coaching Clinic robotika

Selamat kepada tiga dosen Departemen Fisika IPB yang yang karyanya telah lolos dalam 111 Inovasi Indonesia Paling Prospektif Tahun 2019 versi Business Innovation Center (BIC)

  1. Inventor : Dr. Siti Nikmatin (Dept. Fisika IPB) dengan  judul  “Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit Nonwoven sebagai Material Biokomposit Anti Peluru” 
  2. Inventor : Dr. Yessie Widya Sari, Dr. Akhiruddin, dan Angga Saputra (Dept. Fisika IPB) dengan judul “Nano Hidroksiapatit sebagai Material Implan Tulang dan Gigi dari Cangkang Telur Bebek”
  3. Inventor : Dr. Laksmi Ambarsari, Imelia Dewi (Dept. Biokimia, IPB) dan Dr. Akhirudin (Dept. Fisika IPB) dengan judul KE- CELL : Kulit Keprok (Citrus reticulata) Ecoenzyme Fuel Cell dan Potensinya sebagai Energi Terbarukan di Indonesia”

Source: http://dik.ipb.ac.id/selamat-kepada-inovator-ipb-yang-lolos-dalam-111-inovasi-indonesia-2019-versi-bic/