Kunjungan ke Kampus Ternama di Asia Tenggara Jadi Program Tahunan Departemen Fisika IPB University

Pada tanggal 17 Desember 2019, enam orang dosen Departemen Fisika, IPB University Dr. Akhiruddin, Dr. Tony Ibnu Sumaryada, Dr. Kiagus Dahlan, Dr. Mersi Kurniati, Dr. Irzaman, dan Dr. Sitti Yani memperoleh kesempatan untuk mengunjungi Komplek Penyelidikan Klinikal, Institut Perubatan dan Pergigian Termaju/IPPT (Advance Medical and Dental Institute/AMDI), Universiti Sains Malaysia (USM) di kota Bertam, Pulau Pinang, Malaysia. Dosen Fisika IPB mengunjungi IPPT untuk menginisiasi riset bersama dan publikasi internasional bersama antara Fisika IPB dan IPPT USM serta mengunjungi beberapa fasilitas kesehatan yang digunakan di di IPPT untuk mengobati pasien dan sarana riset dosen USM dalam bidang Fisika Medis.

Penyerahan cinderamata berupa buku teks dari Dr. Mohd Zahri kepada Ketua Departemen Fisika IPB

USM merupakan salah satu universitas terbesar di Malaysia setelah University of Malaya yang memiliki QS Ranking 165. Dalam bidang Fisika Medis, universitas ini merupakan salah satu universitas yang maju di Malaysia yang didukung oleh rumah sakit pendidikan dengan fasilitas kesehatan yang memadai yang mereka miliki.

Kegiatan yang dilakukan dalam kunjungan ini adalah forum diskusi bersama dan tur keliling fasilitas kesehatan yang terkait radiologi di IPPT. Pada tahap awal, kunjungan secara resmi diterima oleh Dr. Mohd Zahri Abdul Aziz yang merupakan salah satu staf pengajar dan pengelola fasilitas kesehatan di IPPT. Dr. Zahri sangat mengapresiasi kunjungan Departemen Fisika IPB untuk membagi ilmu dan penelitian terkait Fisika Medis. Beberapa ide penelitian menarik yang dapat dilakukan bersama dibicarakan dalam pertemuan ini yang terkait dengan proteksi radiasi.

Tur keliling fasilitas kesehatan di Komplek Penyelidikan Klinikal diawali dengan kunjungan di fasilitas radiologi. Fasilitas radiologi terdiri atas alat fluoroskopi, CT-scan, magnetic resonance imaging (MRI), dan mamografi. Selain itu, ruang pembacaan detektor termoluminesensi (TLD-reader) juga dapat diakses dan digunakan sebagai sarana penelitian di IPPT. Radioterapi yang terdiri atas teknik brakiterapi dan eksternal beam radiation therapy (EBRT) juga dapat di IPPT. Teknik brakiterapi menggunakan sumber Iradium-192 sedangkan EBRT menggunakan linear accelerator (Linac) Elekta 6 dan 10 MV. Metode treatment planning system (TPS) yang digunakan memanfaatkan perangkat lunak termutakhir untuk menghasilkan perhitungan dosis pasien yang tepat.

Selain radiologi dan radioterapi, IPPT USM juga memiliki fasilitas kedokteran nuklir termutakhir yakni PET-CT, dan SPECT-CT. Alat kesehatan ini lebih aman dibanding alat yang menggunakan radiasi namun masing-masing memiliki kekurangan yang dapat saling melengkapi.

“Semua fasilitas kesehatan yang dimiliki oleh IPPT dapat digunakan oleh dosen sebagai sarana penelitian yang mendukung publikasi yang berkualitas. Perisai radiasi yang digunakan untuk melindungi pasien dan pekerja radiasi sudah dilakukan sesuai standar yang dikeluarkan oleh International Atomic and Energy Agency (IAEA). Namun, penelitian penggunaan perisai radiasi yang ramah lingkungan dan berbiaya murah terus dilakukan”, kata Dr. Zahri di sela-sela tur fasilitas radioterapi.

Foto bersama di depan Komplek Penyelidikan Klinikal, IPPT, USM

Ketua Departemen Fisika berharap untuk selanjutnya kerjasama antara IPPT USM dan Fisika IPB University dapat berjalan lebih intensif melalui pelaksanaan riset dan publikasi internasional bersama serta penyelenggaraan konferensi internasional bersama.

Resource person (Dr. Akhiruddin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *