Hadirkan Pembicara dari TU Braunschweg Jerman, Seminar of Nanophysics and Biophotonic sukses dilaksanakan

Program Studi S2 Biofisika IPB menyelenggarakan acara Seminar of Nanophysics and  Biophotonics. Acara ini dilaksanakan di Ruang Auditorium FMIPA IPB pada hari Rabu, 11 September 2019. Pembukaan acara seminar dihadiri oleh Sekretaris Departemen Fisika IPB, Dosen Fisika IPB, dan pembicara utama yang merupakan diaspora Indonesia yang saat ini bermukim di Jerman. Peserta seminar berjumlah 173 orang yang berasal dari S1 Fisika, S2 Biofisika, mahasiswa departemen lain di IPB, serta beberapa akademisi dari luar IPB. Acara ini dibagi menjadi dua sesi yaitu sesi pertama yang merupakan kuliah umum Nanofisika oleh Dr. –Ing. Hutomo Suryo Wasisto dan  Dr.rer.nat. Hendradi Hardhienata yang dimoderatori oleh Prof. Husin Alatas serta sesi kedua yang memaparkan perkembangan terkini Biofotonika oleh mahasiswa S2 biofisika.

Foto Bersama Pembicara dan Peserta Seminar

Sekretaris Departemen Fisika IPB, Dr. R. Tony Ibnu Sumaryada WP, dalam sambutannya menjelaskan pentingnya mahasiswa mengetahui perkembangan penelitian dalam bidang keilmuan biofotonik di dalam dan luar negeri. Beliau sangat mengapresiasi kegiatan yang bermanfaat ini. Acara seminar ini diisi oleh narasumber yang berkompeten pada bidangnya yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh peserta secara tekun untuk menambah ilmu dan wawasan.

Pembicara utama dalam seminar ini adalah Dr. –Ing. Hutomo Suryo Wasisto yang saat ini berprofesi sebagai kepala LENA Research Grup TU Braunschweg, Germany.

Pemaparan materi oleh Dr. –Ing. Hutomo Suryo Wasisto

Di awal presentasinya, beliau memotivasi peserta untuk berani mempunyaimimpi yang tinggi dan terus berjuang untuk menggapai mimpinya. Beliau menceritakan perjalanan studinya saat masih bersekolah di Indonesia sampai menjadi salah satu ilmuwan Indonesia yang berprestasi di Jerman. Beliau juga memaparkan tentang perkembangan terkini penelitian nanoteknologi  serta kegiatan beliau di LENA (Laboratory for Emerging Nanometrology) Jerman. Presentasi disampaikan secara menarik serta dilengkapi dengan video.

Dr.rer.nat. Hendradi Hardhienata sebagai pembicara kedua membawakan materi tentang nanofisika pada permukaan semikonduktor. Beliau menceritakan tentang second harmonic generation pada optika nonlinear, teori kuantum tentang melihat suatu material di permukaan, aplikasinya, serta beberapa penelitian terkait yang beliau geluti di departemen Fisika IPB. Beliau juga memotivasi mahasiswa untuk bisa terus berkembang dan tidak berkecil hati ketika ada yang meragukan kemampuan. Hal tersebut haruslah menjadi titik balik agar diri menjadi lebih baik lagi.

Pemaparan materi oleh Dr.rer.nat. Hendradi Hardhienata

Sesi pertama diakhiri dengan diskusi singkat antara pembicara dan peserta. Antusiasme peserta terlihat dengan banyaknya pertanyaan terkait materi seminar serta motivasi yang disampaikan oleh pembicara.

Sesi kedua seminar diisi dengan pemaparan perkembangan terknini terkait biofotonika oleh mahasiswa S2 Biofisika. Terdapat tiga mahasiswa yang berkesempatan melakukan presentasi yaitu Bayu Prastowo, S.Ft yang memaparkan tentang Interaksi Sel Kanker terhadap Modalitas Pencitraan Optik Second Harmonic Generation, Annisa Tsalsabila, S.Si memaparkan tentang perkembangan Laser Serat berdaya tinggi untuk aplikasinya dalam bidang medis yaitu operasi jaringan lunak, serta Adhi Rahmadian, S.Si yang memaparkan tentang pengertian, sejarah serta perkembangan terkini Optogenetik. Acara seminar diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada pembicara sesi 2 serta foto bersama seluruh pembicara dan peserta.

Penyerahan sertifikat kepada mahasiswa S2 Biofisika

“Acara seminar ini sangat bermanfaat bagi peserta karena dapat mendengar secara langsung perjalanan seorang ilmuwan dalam menggapai mimpinya, menguatkan pimikiran bahwa usaha yang sungguh-sungguh akan mencapai hasil yang baik pada akhirnya. Pemaparan pembicara terkait penelitian terkini juga sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan update perkembangan penelitian nanofisika dan biofotonika saat ini”, ujar Annisa Salsabila, salah seorang peserta Panitia Seminar of Nanophysics and Biophotonics.

Departemen Fisika IPB menyelenggarakan Kuliah Umum Peran Fisika dalam Bidang Kedokteran

Departemen Fisika, FMIPA, Institut Pertanian Bogor kembali menyelenggarakan kuliah umum yang bertajuk “Peran Fisika dalam Bidang Kedokteran”. Kuliah umum tersebut menghadirkan narasumber ahli dari Departemen Fisika, Institut Teknologi Bandung. Narasumber tersebut adalah Dr.rer.nat. Freddy Haryanto. Kegiatan yang terbuka bagi seluruh sivitas akademika IPB ini diselenggarakan pada Jumat, 13 September 2019 di Ruang Kuliah U1.02, FMIPA, IPB. Kuliah umum ini dihadiri oleh 70an peserta yang berasal dari Departemen Fisika, FMIPA, Departemen Biokimia, FMIPA, dan Fakultas Kedokteran Hewan.

Peserta Kuliah umum Peran Fisika dalam Bidang Kedokteran

Seminar ini dibuka oleh Ketua Departemen Fisika, Dr. Akhiruddin Maddu dan dihadiri oleh beberapa dosen Fisika IPB yakni Prof. Husin Alatas, Dr.rer.nat. Hendardi Hardhienata, dan Dr. Sitti Yani. Dalam sambutannya, Dr. Akhiruddin sangat mengapresiasi terselenggaranya kuliah umum ini yang berguna untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan mahasiswa terkait fisika medis.

Ketua Departemen Fisika, FMIPA, IPB (Dr. Akhiruddin Maddu)

Pada kesempatan ini, Dr. Freddy Haryanto mengenalkan fisika medis dan kajian ilmu fisika yang banyak digunakan dalam bidang kedokteran. Dalam pemaparannya, beliau memperkenalkan beberapa modalitas yang digunakan di Rumah Sakit yang prinsip kerjanya sangat berkaitan erat dengan bidang fisika. Roentgen dan CT-scan menggunakan prinsip atenuasi dalam menghasilkan citra yang selanjutnya dapat digunakan sebagai acuan dalam mendiagnosa seorang pasien. Di Indonesia, pengobatan kanker dengan radiasi didominasi oleh penggunaan foton sebagai sumber radiasi. Di beberapa negara maju di dunia telah memanfaatkan proton sebagai sumber radiasi yang dinilai lebih aman bagi pasien karena efek kerusakan pada jaringan normal dapat diminimalisir ketika menggunakan sumber proton. Pengembangan teknik terapi ini, saat ini sedang dijajaki di Indonesia dan Singapura.

Di akhir presentasinya, beliau memperkenalkan bidang kajian nanomedicine yang sedang dikembangkan di Pusat Pengembangan Nanosains dan Nanocenter (PPNN) ITB meliputi Quantum biology dan penggunaan mikroskop konvokal dalam penelitian biomedicine. Selain itu, beliau sangat terbuka untuk berdiskusi melalui email kepada mahasiswa yang ingin mempelajari dan menekuni lebih dalam terkait kajian tentang biofisika dan fisika medis.

Dr.rer.nat. Freddy Haryanto yang sedang memaparkan kuliah umum

Kuliah Umum: Peran Fisika dalam Bidang Kedokteran

Departemen Fisika, Institut Pertanian Bogor kembali menyelenggarakan kuliah umum yang bertajuk Peran Fisika dalam Bidang Kedokteran. Kuliah umum ini menghadirkan dua narasumber ahli dari Departemen Fisika, Institut Teknologi Bandung, yakni Dr.rer.nat. Freddy Haryanto. Kegiatan yang terbuka bagi seluruh sivitas akademika Fisika IPB yang akan diselenggarakan pada Jumat (13/09) di Ruang Kuliah U1.02, FMIPA, IPB.

Gambar: Poster kuliah umum 13 September 2019

Berikut abstrak dari kuliah umum ini.

Ilmu fisika sangat diperlukan dalam bidang kedokteran modern terutama untuk melakukan diagnosis penyakit yang tepat dan terapi dengan akurasi dan presisi yang tinggi. Peran fisikawan bukan hanya untuk memahami prinsip-prinsip dasar yang digunakan dalam diagnostik dan terapi, melainkan juga untuk mengembangkan teknik diagnosis dan terapi sehingga pasien mendapatkan pelayanan yang terbaik. Pada presentasi ini, akan dipaparkan kajian tentang peran fisika dalam bidang kedokteraan.  Paparan ini akan terbagi dalam 4 bagian. Bagian pertama dimulai dengan prinsip dasar yang digunakan baik pada bidang diagnosis maupun terapi. Bagian kedua memberikan gambaran umum perkembangan diagnostik yang telah diterapkan secara klinis. Perkembangan terapi yang telah digunakan akan diuraikan pada bagian ketiga. Bagian terakhir akan disampaikan perkembangan termuktahir yang dikembangkan pada bidang diagnostik dan terapi.

Narahubung: Sitti Yani (WA: 085211181223)

Physics Expo 2019 sukses besar

Physics Expo merupakan acara tahunan Departemen Fisika yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI) yang tahun ini turut berpartisipasi dalam memeriahkan Dies Natalis IPB yang ke-56 dalam kegiatan Agry Symphony. Pelaksanaan acara ini dipusatkan di Auditorium FMIPA, Ruang Kuliah FEM 301 dan 302 pada tanggal 6-8 September 2019.

Gambar: Acara pembukaan Physics Expo 2019

Acara ini terdiri atas beberapa kegiatan yakni Robotic Challenge, Physics Camp, Physics Project, Jawara Fisika, Pameran Fisika, dan Physics Talk. Physics Camp dan Robotic Challenge merupakan kegiatan unggulan dimana peserta yang berpartisipasi melebihi ekspektasi penyelenggara. Acara ini sangat menarik animo peserta seJABODETABEK. Selain itu, peserta dari Majalengka dan Purwakarta turut berpartisipasi dalam acara ini. Total peserta yang berpartisipasi adalah 215 peserta yang didominasi oleh peserta Physics Camp.

Gambar: Peserta Physics Camp, Physics Expo 2019

“Robotic Challenge merupakan kegiatan yang paling diminati oleh peserta. Namun, jumlah peserta dibatasi sebanyak 30 team karena keterbatasan jumlah panitia. Ada beberapa sekolah yang bahkan meminta dibukanya pendaftaran peserta gelombang kedua dan waiting list untuk mengakomodir team yang tidak mendapatkan kesempatan untuk berkompetisi. Selain itu, ruangan yang kecil dan peralatan kit yang tidak memadai juga menjadi kendala untuk menambah jumlah peserta”, kata Ari Setiawan, Ketua Panitia Physics Expo 2019 dan mahasiswa Fisika angkatan 2016.

“Di kemudian hari, Robotic Challenge dapat dijadikan event tersendiri (bukan termasuk dalam rangkaian kegiatan Physics Expo) karena animo peserta yang cukup tinggi sehingga pihak penyelenggara dapat mengakomodir jumlah peserta yang cukup banyak”, lanjutnya.

Gambar: Semifinalis Robotic Challenge

Kegiatan baru yang diperkenalkan pada Physics Expo tahun ini adalah Physics Project. 8 team dari 8 sekolah turut berpartisipasi dalam pembuatan baterai sederhana. Namun, menurut salah satu Dosen Fisika (Mohammad Nur Indro, M.Si) bahwa penelitian sederhana membutuhkan waktu minimal 2 untuk memperoleh hasil yang maksimal yang terdiri dari kuliah dan pendampingan sehari tentang project yang akan dilaksanakan dan pelaksanaan project di hari kedua.

Gambar: Siswa yang sedang bereksperimen dalam Physics Project

Penyelenggaraan Physics Expo sangat sukses dan berlangsung dengan lancar selama 3 hari. Physics Expo dapat menjadi sarana yang sangat baik untuk memperkenalkan Fisika IPB pada masyarakat luas khususnya pelajar.

Seminar Nanophysics and Biophotonics

Seminar Nanophysics and Biophotonics akan diselenggarakan pada tanggal 11 September 2019 di Auditorium FMIPA, Institut Pertanian Bogor dengan Pembicara Dr. -Ing. Hutomo Suryo Wasisto dan Dr.rer.nat. Hendardi Hardhienata yang akan dimoderatori oleh Prof. Dr. Husin Alatas. Berikut poster seminar ini.

Registrasi dapat dilakukan di bit.ly/Pendaftaranbiophotonic

Departemen Fisika IPB gelar Lokakarya Akademik Perkuliahan PPKU Fisika

Sabtu, 31 Agustus 2019, Departemen Fisika IPB menggelar Lokakarya Akademik Perkuliahan PPKU Fisika dalam rangka mengevaluasi pelaksanaan kuliah PPKU Fisika bertempat di Hotel Sahira, Jalan A. Yani No. 17-23, Tanah Sareal, Kota Bogor. Lokakarya ini dihadiri oleh Staf Dosen Departemen Fisika FMIPA Institut Pertanian Bogor.

Gambar. Staf dosen Fisika IPB yang menghadiri Lokakarya Akademik Perkuliahan PPKU Fisika

Agenda lokakarya ini terdiri atas beberapa empat sesi.

Sesi I: Evaluasi Pembelajaran PPKU Fisika

Sesi pertama diisi oleh Dr. Mersi Kurniati, Dr. Tony Sumaryada, dan Sidikrubadi, M.Si. Pada sesi ini dibahas sebaran nilai mahasiswa PPKU Fisika dan saran-saran mahasiswa pada evaluasi EPBM. Sesi ini ditutup dengan diskusi terkait kemungkinan penyebab penurunan atau peningkatan nilai rata-rata kelas terhadap tiap semester dan solusi untuk masalah tersebut.

Sesi 2: Success story mengajar mahasiswa PPKU

Sesi kedua merupakan sesi sharing yang disampaikan oleh Dr. Kiagus Dahlan yang mengampu MK Fisika 100. Beliau mengungkapkan beberapa hal yang harus dilakukan oleh dosen untuk meningkatkan minat mahasiswa terhadap mata kuliah Fisika seperti memberikan penjelasan tentang aplikasi Fisika dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, mahasiswa dengan karakter dan kepribadian yang baik menjadi output lulusan MK Fisika PPKU yang diharapkan.

Sesi 3: Penggunaan media online (LMS) untuk pelaksanaan kuliah dan Ujian (UTS dan UAS)

Pada sesi ini berisi pentingnya mengadakan kuliah yang sesuai dengan tuntutan zaman dengan penggunaan media online dalam beberapa sesi pertemuan di kuliah PPKU. Sesi ini sangat mendukung kebijakan IPB melalui Direktur Pengembangan Program dan Teknologi Pendidikan IPB untuk merumuskan kurikulum 4.0 pada semua MK di lingkup IPB. Sesi ini diisi oleh Dr. Setyanto dan Drs. Mahfudin Zuhri, M.Si.

Sesi 4: Evaluasi PPT kuliah dan Pelatihan Pembuatan Soal ujian dan

Nilai yang diperoleh mahasiswa pada UTS dan UAS sangat dipengaruhi oleh pamahaman mahasiswa terhadap materi yang diberikan yang berakibat pada kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan soal. Evaluasi PPT dilakukan untuk menganalisis apakah PPT yang diberikan pada saat kuliah dapat menjelaskan semua materi yang terkait sehingga dengan PPT dan pemaparan dosen di kelas dapat memfasilitasi mahasiswa dalam memahami materi dan mencapai kompetensi yang diinginkan. Pembuatan soal UTS dan UAS juga dibahas pada sesi ini untuk mengetahui kategori soal yang diberikan dalam ujian yakni mudah, sedang, atau sulit.

Great !!! 20 Mahasiswa Fisika IPB Mengikuti Magang Bersertifikat di PLN

Satu lagi gebrakan oleh mahasiswa Fisika IPB di Indonesia, sebanyak 20 orang mahasiwa Fisika IPB terpilih untuk mengikuti Magang bersertifikasi  di PLN. Magang bersertifikasi ini merupakan program FHCI (Forum Human Capital Indonesia) dari Kementrian BUMN yang bertujuan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi mahasiswa Indonesia untuk dapat magang di perusahaan-perusahaan BUMN besar di tanah air untuk menyiapkan generasi yang tangguh dan mampu beradaptasi dengan tuntutan dunia industri di masa depan.

Magang bersertifikasi batch 2 ini memakan waktu 6 bulan penuh (Februari-Agustus 2019). Mahasiswa peserta magang yang menyelesaikan kegiatan ini akan mendapat sertifikat peserta magang, serta akan mengikuti uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat kompetensi magang berlogo garuda yag diakui tidak hanya di Indonesia tapi juga regional ASEAN.

Bidang kompetensi yang diikuti mahasiswa Fisika IPB adalah Instrumentasi dan kontrol. Bagi peserta magang yang menunjukkan prestasi yang luar biasa selama proses terbuka peluang untuk direkrut sebagai pegawai tetap setelah melalui proses administrasi standar.

20 mahasiswa dari suatu program studi adalah yang terbanyak dibandingkan universitas lainnya, tentu ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi Mahasiswa dan Departemen Fisika IPB.

Bravo !

Wowww, Ilmuwan Fisika Kuantum Kelas Dunia memberi Kuliah Umum di Fisika IPB

Tanggal 11 Februari 2019, Departemen Fisika IPB menyelenggarakan Kuliah Umum dar Dr. Agung Budiyono, berjudul : Axiomatisasi Mekanika Kuantum Berdasarkan Model Phase space dengan sebuah batasan Statistik Tertentu, dan Potensi Aplikasinya Pada Komputasi Kuantum dan Simulasi Kuantum.

Dr. Agung Budiyono terkenal di dunia  karena ide interpretasi kuantumnya yang dituliskan di Jurnal Nature tahun 2017 berjudul :

Quantum mechanics as classical statistical mechanics with an ontic extension and an epistemic restriction

yang dapat dibaca pada link di bawah ini:

https://www.nature.com/articles/s41467-017-01375-w

Acara ini dihadiri oleh hampir 120 peserta, kebanyakan mahasiswa Departemen Fisika IPB. Melalui Kuliah Umum ini Departemen Fisika berharap dapat membuka wawasan khalayak khususnya mahasiswa Fisika IPB tentang riset-riset terbaru Fisika baik di bidang teori maupun eksperimental.

 

 

Hebat ! 6 orang lulusan S2 Biofisika IPB Jadi Dosen (CPNS)

Enam orang lulusan Program S2 Biofisika IPB diterima sebagai CPNS (Dosen) di berbagai Universitas dan SekolahTinggi di indonesia pada tahun 2019 ini.

Prestasi yang membanggakan ini sekaligus menunjukkan performa lulusan S2 Biofisika IPB yang mumpuni dan dibutuhkan oleh bangsa Indonesia. Semoga mereka dapat sukses dan berprestasi  membanggakan Bangsa Indonesia dan IPB. Selamat kepada :

  1. Gema Sukma, M.Si (Alumni Biofisika Angkatan 2015) : Dosen CPNS Politeknik Grafika Jakarta.
  2.  Khusnul Yakin, M.Si (Alumni Biofisika Angkatan 2014) : Dosen CPNS di UIN Malikus Saleh Malang.
  3. Ade Kurniawan, M.Si (Alumni Biofisika Angkatan 2015): Dosen CPNS UIN Yogyakarta.
  4. Idawati Supu, M.Si (Alumni Biofisika Angkatan 2011): Dosen CPNS Universitas Negeri Gorontalo.
  5. Made Dirgantara, M.Si (Alumni Biofisika Angkatan 2015): Dosen CPNS Universitas Palangkaraya.
  6. Gusti Putu Agus, M.Si (Alumni Biofisika Angkatan 2013): Dosen CPNS Universitas Papua.

Keren !!! Anak S1 Fisika IPB Publikasi di Jurnal Internasional

Dua orang Mahasiswa Fisika IPB angkatan 2014, Salahuddin Perdana (lulus) dan Muhammad Sandy Gunawan terlibat aktif dalam publikasi ilmiah berjudul : A Molecular Interaction Analysis Reveals The Possible Roles of Graphene Oxide in a Glucose Biosensor  yang diterbitkan dalam Jurnal Biosensors (Katagori Q1 Scopus di bidang Clinical Biochemistry) pada edisi Januari 2019. Kedua Mahasiswa tersebut terlibat aktif dalam Tim Penelitian Carbon Quantum Dot Fisika IPB yang dibiayai Kemenristekdikti dan diketuai oleh Dr. Tony Sumaryada. Pengalaman publikasi menjadi modal yang sangat penting terutama jika ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

Link publikasi di : https://doi.org/10.3390/bios9010018

   

Salahuddin Perdana dan Muhammad Sandy Gunawan

Sementara itu dua orang alumni Fisika IPB angkatan 2012, Siti Rohaeni dan Nurlia Eka Damayanti  bersama Dosen Pembimbingnya Dr. Tony Sumaryada dan Heriyanto Syafutra, M.Si juga baru saja mempublikasikan hasil penelitian terkait riset mereka saat S1 di Fisika IPB. Publikasi mereka berjudul : Simulating The Performance Of Al0.3Ga0.7As/InP/Ge Multi-junction Solar Cells Under Variation of Spectral Irradiance and Temperature  yang diterbitkan pada Jurnal Internasional  Modelling and Simulation in Engineering edisi Februari 2019.

  

Siti Rohaeni dan Nurlia Eka Damayanti

link publikasi di :   https://doi.org/10.1155/2019/5090981